SORONG-Selama 20 hari menyelenggarakan Operasi Pekat 1 Mansinam 2023. Polresta Sorong Kota berhasil menangkap 47 tersangka (Tsk) berserta sejumlah barang bukti. Demikian diungkapkan Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Happy P. Yudianto, didampingi Waka Polresta, Kabag Ops, Kasat Reskrim hingga jajaran Perwira Polresta Sorong Kota. Kamis (30/3).
Kapolresta Sorong Kota menjelaskan selama 20 hari pelaksanaan operasi Pekat 1 Mansinam, Menargetkan 12 kasus. Hanya saja, pada kenyataannya di lapangan sebanyak 26 kasus non target pun terjaring dalam operasi tersebut. Sehingga, hasil operasi berhasil membekuk 47 tersangka.
Dijabarkan Kapolresta Sorong Kota, sebanyak 47 tersangka tersebut terdiri dari 11 tersangka miras kemudian 36 tersangka tindak pidana. Dan dari 47 tersangka, dijabarkan untuk minuman keras 12 kasus, narkoba 3 kasus, pencurian sepeda motor 8 kasus, prostitusi 1 kasus, pencurian 5 kasus, narkoba 3, kemudian penadahan 3 kasus, pengeroyokan 3 kasus, premanisme 2 kasus, curas 2 kasus dan penganiayaan 1 kasus.
“Dari 36 tersangka tindak pidana terdiri dari 10 kasus prostitusi dan 26 tersangka pidana umum. Dan, 26 tersangka pada Pidana umum ini seluruhnya kita proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,”jelas Kapolresta Sorong Kota.
Sementara itu tambah Kapolresta Sorong 11 tersangka Miras, akan di tindaklanjuti dengan diberikan pembinaan dan penegakkan hukum berupa penyitaan barang bukti temuan. Selanjutnya untuk kasus 10 tersangka prostitusi yang merupakan pasangan muda-mudi yang kedapatan berduaan di penginapan atau Hotel tanpa dokumen yang sah sebagai pasangan suami istri diberikan pembinaan oleh unit PPA.
“Dari persentase pengungkapan kasus saat giat operasi pekat ini adalah 325 persen jadi melampaui 100 persen,”terangnya.
Selaijmn tersangka, tambah Kapolresta Sorong kota barang bukti dari kejahatan yang diamankan, pada operasi yakni 7 buah handphone, 50 sepeda motor, 683 gram ganja, 1 gram Sabu dan Miras 302 liter Cap Tikus, 15 Liter Sopie, 92 botol bir.
“Dan kami juga mengamankan uang kejahatan berjumlah Rp 5.205.000. Selain itu kami juga mengamankan 2 buah parang, 1 sangkur dan 1 kayu,”ungkapnya.
Menanyakan masuknya Narkoba jenis Ganja ke Sorong, Kapolresta Sorong Kota mengatakan pintu masuk Ganja ke Sorong melalui pelabuhan (kapal). Dimana ganja yang berasal dari Ganja Negara Papua New Guine tersebut diambil oleh tersangka sendiri kemudian dibawa menggunakan kapal.
“Sementara untuk sabu-sabu, kami masih kembangkan pasarannya di jual kemana saja,”ujarnya.
Melihat presentasi peningkatan yang naik melampaui 100 persen tersebut. Kapolresta menuturkan peningkatan presentasi di tahun 2023 ini ada penaikan peningkatan dibandingkan tahun 2022.
“Mungkin karena kekurangan di giat operasi pekat lalu bisa kita evaluasi, sehingga tahun 2023 ini ada peningkatan. Tentunya kita akan terus melaksanakan evaluasi terkait kejahatan yang cenderung meningkat sehingga dari evaluasi tersebut dapat diketahui waktu maupun tempat atau lokasi sering terjadinya kejahatan,”tuturnya
Selanjutnya, pihaknya dapar meningkatkan patroli pada tempat dan waktu yang rawan tindak kejahatan. Kapolresta juga menambahkan bahwa pihaknya melalui Babinkamtibms selalu mengingatkan kepada seluruh masyarakat serta juga bekerja sama dengan RT se tempat.
“Untuk warga yang keluar malam, agar selalu waspada dan jangan lengah. Namun anggota jajaran Polsek maupun Polresta pun tetap berpatroli,”pungkasnya.(juh)
















