Wilhelmina Suabey wanita tangguh yang telah mengabdikan diri selama 45 tahun menjadi guru sekolah dasar. Meski tak sekuat dulu, namun semangatnya sangat luar biasa.
Wanita kelahiran 13 Februari 1953 itu, telah mengabdikan diri menjadi guru sejak tahun 1977 menjadi guru pegawai negeri sipil dan pensiun di tahun 2013. Meski begitu, dengan semangat yang ia miliki, seusai pensiun dirinya tetap mengabdikan diri menjadi guru meski sekarang berstatus tenaga honorer.
”Tahun 1977 saya jadi guru PNS kemudian 2013 pensiun. Dari pensiun hingga sekarang honorer,” ujarnya dengan ingatan yang masih kuat.
Wilhelmina Suabey, wanita yang dua bulan lagi genap memasuki usia ke 70 tahun mengawali karir sebagai guru di tahun 1977 tepatnya di SD Pasir Putih, kemudian di tahun 1983 di SD Kwawi dan tahun 1990 di SD 14 Maranata hingga pensiun dan kembali lagi menjadi honorer di SD 14 Maranata.
”Banyak kesan yang sudah saya alami menjadi guru. Bahkan dari orang tua hingga anak cucunya saya yang mengajar,” katanya.
”Saya merasakan bangga yang luar biasa ketika melihat anak-anak muridnya bisa sukses dari tangannya,” tambahnya.
”Dengan begitu, tidak sia-sia saya menjadi guru,” katanya lagi.
Ia berpesan kepada guru-guru muda yang saat ini mengabdi untuk terus semangat dan harus kuat. Dirinya bisa menjadi contoh bagi para guru muda.
”Lihat dan contohlah semangat dan daya juang saya menjadi seorang guru,” ucap Wanita kelahiran Wasior tersebut.
Selain itu, ia menyampaikan jangan bosan-bosan dengan tingkah laku anak-anak siswa, terpenting ketika penguatan kelas sudah mantap, maka suasana kelas bisa terkendali.
”Sayangi anak-anak lebih dari menyayangi diri sendiri. Karena anak-anak juga punya doa untuk kita,” tuturnya.
Ia berharap kepada pemerintah Manokwari untuk memperhatikan kesejahteraan para guru.
”Berkat tangan seorang guru, bisa menjadi pejabat dan sebagainya,” harapnya. (bw)















