JAKARTA – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sekolah hingga menembak pesawat kargo yang hendak mendarat di Bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan. Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta aparat menangkap KKB yang melakukan perusakan itu.
“Untuk pertama melindungi masyarakat dari gangguan KKB, kelompok bersenjata, dan juga mengawal dengan lebih ketat lagi dan apa, tentu menangkap kalau mereka melakukan gangguan, perusakan, atau pembakaran. Saya minta mereka lebih siap di lapangan untuk menjaga dan melindungi masyarakat,” kata Ma’ruf di Istana Wapres, seperti dikutip dari detikcom.
Ma’ruf meminta aparat keamanan tidak membiarkan KKB yang berulah itu. Dia meminta penjagaan diperketat. “Itu yang kami minta ke pihak pengamanan, jadi tidak dibiarkan begitu, tidak dilepas, tetapi diperketat, sehingga tidak mudah untuk melakukan gangguan ke masyarakat. Ke depan, lebih tegas lah,” kata dia.
Ma’ruf menyebut fokus pemerintah memang untuk kesejahteraan dan keamanan di Papua. Dia meminta pengamanan dipertegas, terutama di Papua Pegunungan. “Ya, kalau fokus kita memang kesejahteraan tetapi, juga keamanan. Nah, masalah keamanan yang belum kondusif di daerah, terutama di daerah pegunungan jadi ini kami minta supaya ada langkah-langkah lebih tegas,” tutur dia.
Untuk diketahui, KKB kembali berulah di Pegunungan Bintang dengan membakar sekolah hingga menembak pesawat kargo saat hendak mendarat di Bandara Oksibil. “KKB melakukan pembakaran terhadap sekolah SMK Negeri 1,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo.
Tak lama setelah pembakaran sekolah, KKB juga menembaki pesawat kargo yang hendak mendarat di Bandara Oksibil. Pesawat tersebut akhirnya gagal mendarat. “Setelah itu KKB juga melakukan penembakan terhadap pesawat Caravan PK HVV yaitu pesawat kargo barang dagangan saat hendak landing,” katanya. “Akibat kejadian itu, pesawat gagal landing dan kembali ke tanah merah Bovendigoel,” sambungnya. (lir/dnu/detikcom)















