
SORONG – Dalam rangka menurunkan angka gizi buruk atau stunting di Provinsi Papua Barat Daya, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya bekerjasama dengan WHO dan Unicef dengan menggelar workshop di Kota Sorong, Selasa (29/8).
Kepala Dinas Kesehatan PBD, Dr.Naomi Netty Howay, SKM.M.Kes. mengatakan bahwa workshop tersebut untuk menyamakan persepsi semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, organisasi perempuan, organisasi pemuda dan organisasi profesi.
“Kegiatan ini untuk bersama-sama meningkatkan kinerja untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan edukasi tapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusianya,” katanya ketika ditemui di Dinas Kesehatan PBD, Selasa (29/8).
“Lalu kerjasama dengan gereja, masjid, untuk sama-sama mengeroyok masalah gizi buruk ini supaya stunting di Provinsi Papua Barat Daya ini kita bisa turunkan angka prevalensi,” sambungnya.
Dikatakan bahwa Saat ini angka prevalensi stunting di Papua Barat Daya masih bekisar diangka 30% atau sekitar 700an anak. “Dimana wilayah prevalensi tertinggi stunting berada di Kota Sorong,” katanya.
Kadis Kesehatan PBD berharap semua pihak bersama-sama untuk menurunkan angka stunting di wilayah Papua Barat Daya.(zia)













