MANOKWARI – Transaksi tunai dan non tunai sejak awal tahun 2023 hingga 8 Mei 2023 pada rangkaian gerakan bangga buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan bangga berwisata Indonesia (GVWI) mencapai Rp 24 miliar.
“Dengan angka ini, akan kita buktikan apakah berikutnya dengan acra yang sama nilainya naik atau turun. Itu menjadi tantangan kita bersama,” ujar Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw M.Si pada puncak Harvesting GBBI dan GBWI, Rabu (10/5).
Selain itu, kata Waterpauw pemerintah Papua Barat dan Bank Indonesia telah memberikan fasilitas business matching UMKM dengan perbankan untuk membantu penyaluran dana sebesar Rp 216 miliar.
“Kita perlu tingkatkan kolaborasi dan sinergi untuk mencapai target dari pemerintah pusat,” katanya.
Menurutnya, pameran UMKM yang terselenggara selama GBBI dan GBWI di Lapangan Borasi sejak 8 Mei 2023, bisa meningkatkan jumlah transaksi penjualan produk asli Papua Barat.
“Saya senang melihat pameran ini, sebab ekonomi daerah tertopang dari para pelaku UMKm,” katanya.
Ia menyebut mencapai itu semua, OPD dan instansi terkait menyusun kegiatan yang ada di dalam kalender event pemerintah Papua Barat seperti Festival Roon di Teluk Wondama, Sail Teluk Cenderawasih dan sebagainya.
“Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, maka bisa menarik pengunjung wisata yang bisa menikmati kekayaan flora dan fauna,” sebutnya.
Tak hanya itu, produk-produk unggulan lokal bisa terserap dan menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat.
“Kita banyak destinasi wisata, jadi harus kita manfaatkan,” tuturnya. (bw)













