
AIMAS – Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP diwakili oleh Asisten III Setda Kabupaten Sorong, Kepas Kalasuat S.Pd, M.Pd membuka kegiatan Pelatihan Tenun Ikat sebagai upaya Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan, bertempat di Balai Kampung Fafi, Distrik Mariat, Senin (31/7).
Disampaikan Kepas Kalasuat dalam arahannya, bahwa untuk mencapai Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya perempuan OAP yang bermutu dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk dengan keterlibatan Dinas terkait.
“Pembentukan SDM yang berkualitas harus dimulai sejak dini. SDM yang berkualitas berperan penting dalam mempersiapkan demografi yang berkontribusi, pada bidang ekonomi, politik dan peningkatan kesejahteraan,” ujar Kepas.
Pihaknya juga sangat mendukung kegiatan pelatihan tenun ikat ini, senab kain tenun ikat sendiri merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang mempunyai banyak fungsi dan manfaat dalam masyarakat.
“Pada dasarnya kain tenun digunakan masyarakat hanya sebagai penutup tubuh, tapi fungsi kain tenun ini akan berkembang seiring dengan perkembangan kebudayaan dan teknologi,” lanjutnya.
Atas nama pemerintah daerah, Kepas Kalasuat berpesan agar perempuan OAP mampu menjadi perempuan yang berkualitas di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Serta mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan bersama pemerintah Kabupaten Sorong dalam menciptakan perempuan OAP yang mandiri dan berkualitas dalam membangun Tanah Malamoi, Kabupaten Sorong.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Fery Fatem menyampaikan, bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih perempuan Papua agar memiliki pengetahuan tentang pembuatan tenun ikat. Yang mana tenun ikat juga diharapkan dapat menambah nilai ekonomi dalam meningkatkan kualitas keluaraga.
“Seluruh peserta dari 6 kelurahan ini akan mengikuti kegiatan hingga 15 hari ke depan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memacu peningkatkan SDM yang terampil dan handal, khususnya bagi perempuan Papua,” harapnya.
Ia juga berharap Seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memperhatikan pemaparan dari instruktur. Tak sampai di situ Ferry juga berharap kepala kampung dan kepala distrik dapat memfasilitasi keberlanjutan kegiatan pelatihan tenun ikat tersebut. (ayu)











