SORONG – Guna meningkatkan pengawasan partisipatif terhadap kontestasi pemilu pada tahun 2024 mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sorong menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Tahun 2022 dengan mengandeng sejumlah stakeholder.
Ketua Bawaslu Kota Kota Sorong, Muhammad Nasir Sukunwatan, S.IP mengungkapkan, kendati pesta demokrasi masih jauh namun tahapan demi tahapannya sudah harus dimulai sejak dini. Sebab pada Pemilu 2024 mendatang dipastikan akan dihadapkan banyak persoalan karena banyak kepentingan didalamnya.
Oleh karenanya, untuk mengantisipasi persoalan tersebut dibutuhkan kerjasama partisiparif dari para pihak terkait. Termasuk menggandeng sejumlah media sebagai kontrol sosial jalannya kontestasi politik 2024.
“Jadi semakin banyak pengawasan dari berbagai pihak maka ruang gerak orang-orang yang berkepentingan akan maun sempit. Sehingga sulit bagi mereka untuk melancarkan aksi yang tidak pada koridor yang seharusnya,” ungkap Nasir.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Elias Idie turut mengungkapkan bahwa terjadi begitu banyaknya potensi pelanggaran Pemilu yang terjadi pada tahun 2019 silam. Oleh karenanya, sangatlah perlu digalakkan sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif yang melibatkan sejumlah stakeholder.
Tentu saja tujuannya agar meminimalisasi sedini mungkin terhadap terjadinya pelanggaran pada Pemilu 2024 mendatang.
“Bawaslu merasa terpanggil untuk membangun kesadaran dan mengajak publik untuk bersama-sama mensukseskan pesta demokrasi 2024. Caranya tentu dengan berperan di posisi kita masing-masing untuk melakukan pengawasan pada setiap tahapan pemilu,” jelas Elias Idie.
Tak cukup satu dua kali, Elias Idie menegaskan agar sosialisasi ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. Sehingga proses tahapan pemilu di 2024 mendatang dapat berjalan lancar tanpa ada pelanggaran berarti. (ayu)















