SORONG- Guna mendukung program prioritas Pj Gubernur Papua Barat Daya Mochamad Musa’ad terkait jaminan 1000 hari kehidupan (Jambu Hidup). Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Papua Barat Daya gencarkan sosialisasi sasar jumlah penduduk hingga stunting terbanyak.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, Netty Naomy Howay menjelaskan sosialisasi jaminan 1000 hari pertama kehidupan merupakan bagian dari program nasional yang juga menjadi program prioritas Pj Gubernur Papua Barat Daya dalam penanganan stunting di Papua Barat Daya.
“Kegiatan ini adalah bagian dari program nasional tapi juga program prioritas gubernur provinsi Papua Barat Daya yang disingkat dengan jambu hidup atau jaminan 1000 hari pertama kehidupan,” jelasnya kepada awak media usai membuka kegiatan Sosialisasj Jaminan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Panorama Rylich, Kamis (2/11).
Naomy menyebut kegiatan ini hanya melibatkan stakeholder dari Distrik Sorong Manoi. Sebab, Distrik Manoi memiliki jumlah penduduk yang banyak dan juga stunting yang tinggi. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait program Jambu Hidup.
“Hari ini kita lakukan sosialisasi lokusnya kita ambil di Distrik Sorong Manoi. Karena, di distrik ini penduduknya paling banyak dan jumlah stunting juga cukup tinggi sehingga kita lakukan di distrik tersebut. Orang kesehatan pasti mereka sudah tahu. Tapi, ada stake holder lain seperti kader Posyandu atau ibu yang punya anak baduta atau anak dibawa 2 tahun ini perlu tahu apa yang harus dia persiapkan mulai dari kehamilan sampai dengan usia bayi atau anak itu 2 tahun itu yang disebut 1000 hari kehidupan pertama,” terangnya.
Naomy mengungkapkan masa emas pembentukkan otak anak itu dimulai sejak janin hingga bayi tersebut lahir dan sampai dengan usia 2 tahun. Oleh sebab itu, melalui kegiatan ini Naomy berharap ada sinergitas antar pemerintah dan stake holder lainnya.
“Saya berharap kita dapat sinergi untuk melakukan kegiatan-kegiatan dalam hal ini pemberian makanan tambahan atau intervensi gizi yang lain untuk menolong penurunan angka stunting tapi juga mencegah untuk tidak terjadi stunting saat ibu itu melahirkan nanti,” ungkapnya.
Dikatakan Naomy, pekan depan Pj Gubernur Papua Barat Daya akan meresmikan rumah gizi yang berada di masing-masing kabupaten dan kota. Rumah gizi itu, diisi oleh makanan bergizi yang dibagikan kepada anak bayi dibawa 2 tahun maupun ibu hamil selama 1 bulan.
“Untuk program prioritas Pj Gubernur di bulan ini untuk Jambu Hidup ini akam kami lakukan pembukaan rumah gizi di 5 kabupaten, 1 kota secara bersama. Rumah gizi atau dapur gizi ini akan disediakan makan selama 1 bulan. Lalu diukur berat badan dan tinggi badan, kalau ibu hamil diukur lingkar lengannya agar bisa tahu ibu masuk digizi baik atau buruk,” tuturnya.
Perihal data stunting di Papua Barat Daya, Naomy mengaku belum menerima laporan dari masing-masing kabupaten-kota.
“Jumlah stunting, kami masih menunggu data dari semua kabupaten/kota lalu setiap kabupaten/kota kita buat 1 rumah gizi saja. Dan sekarang dalam proses nanti minggu depan akan launching,” pungkasnya.(rin)















