
SORONG-Kota Sorong dipercaya menjadi kota pertama yang membuka rangkaian Buddhayana Run 2026, ajang lari nasional yang digelar Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI). Mengusung tema Stronger in Diversity, kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman. Antusiasme warga pun tinggi, terbukti seluruh kuota 500 peserta telah habis terdaftar.
Buddhayana Run 2026 akan digelar secara bergilir di delapan kota di Indonesia. Ketua Panitia Buddhayana Run Sorong, Darto Tjoanda, mengatakan Sorong menjadi titik awal penyelenggaraan sebelum kegiatan berlanjut ke Batam, Jambi, Pangkalpinang, Tangerang, Medan, Palembang, dan berakhir di Surabaya pada 30 Agustus 2026.
“Tahun ini, kegiatan digelar secara bergilir di delapan kota di Indonesia sebagai upaya mempererat kebersamaan dalam keberagaman,”kata Ketua Panitia Buddhayana Run Sorong, Darto Tjoanda, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, penutupan rangkaian Buddhayana Run di Surabaya akan dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Rangkaian kegiatan akan ditutup di Surabaya pada 30 Agustus 2026 yang sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Rekor MURI,” katanya.
Darto mengungkapkan, panitia membatasi jumlah peserta di Sorong hanya sebanyak 500 orang karena keterbatasan kapasitas lokasi penyelenggaraan. Meski demikian, minat masyarakat mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi hingga seluruh kuota peserta langsung terpenuhi.
Kami sebenarnya melihat peminat sangat banyak, tetapi karena kapasitas lokasi tidak memungkinkan, peserta kami batasi maksimal 500 orang dan seluruh kuota sudah penuh,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan di Sorong, peserta akan mengikuti fun run sejauh lima kilometer dengan titik start dan finis di wihara. Rute dimulai dari kawasan wihara, kemudian menuju lampu merah Maranatha untuk putar balik, dilanjutkan ke putaran di kawasan Masjid Al Jihad sebelum kembali ke garis finis.
Selain lomba lari, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung yang akan berlangsung pada 12 Juli 2026, di antaranya senam zumba bersama, penyerahan hadiah kepada para pemenang, serta pengundian berbagai doorprize bagi peserta.
Darto menegaskan, Buddhayana Run bukan sekadar ajang olahraga, melainkan wadah mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Semangat tersebut tercermin dalam tema tahun ini, Stronger in Diversity.
“Tujuan kami adalah membangun kebersamaan. Sesuai dengan tema Buddhayana Run, Stronger in Diversity, kekuatan dibangun melalui kebersamaan dalam keberagaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, Buddhayana Run merupakan agenda tahunan yang pada 2026 memasuki penyelenggaraan tahun kedua. Untuk pelaksanaan tahun depan, penentuan kota tuan rumah masih menunggu keputusan pengurus pusat.
“Apakah Sorong kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah tahun depan, kami masih menunggu keputusan dari pusat karena seluruh penetapan lokasi ditentukan oleh pengurus pusat,”tutup Darto.(*/zia)















