SMAN 3 Optimis Raih Juara
SORONG – Tim Lomba Jurnalistik Radar Sorong terus berekspansi mendatangi sejumlah sekolah untuk memberikan bimbingan jurnalistik. Setelah SMA YPPK Agustinus dan SMKN 3 Sorong, hari ini, Sabtu (28/1), tim bergerak ke SMAN 3 Kota Sorong.
Kuota maksimal 15 peserta yang diberikan dari Panitia Lomba Jurnalistik dipenuhi oleh pihak sekolah. Peserta dari SMAN 3 Kota Sorong merupakan siswa terpilih, yang beberapa diantaranya juga sudah pernah mengikuti kompetisi yang sama di tahun 2022 lalu.
Ketua Panitia Lomba Jurnalistik, Akhmad Murtadho mengungkapkan, di tahun 2023 ditargetkan akan ada 200 peserta yang ikut dalam kompetisi jurnalistik ini. Dimana para peserta merupakan delegasi terbaik dari sejumlah sekolah yang ada di Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan yang akan diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan hari pers nasional (HPN) ke-77 yang jatuh tiap tanggal 9 Februari ini, baru akan dilaksanakan dalam 2 pekan le depan. Tepatnya pada hari Sabtu (11/2), bertempat di Aula Kampus IAIN Sorong.
“Mulanya kegiatan ini dijadwalkan akan dilaksanakan tanggal 4 Februari 2022. Namun karena satu dan lain hal sehingga kegiatannya kami undur seminggu kemudian, tepatnya di tanggal 11 Februari,” terang Akhmad Murtadho.
Adapun hadiah yang akan diperebutkan oleh para peserta yakni berupa uang tunai total senilai Rp 14 juta rupiah dan tropi untuk 6 orang pemenang. Serta piagam penghargaan bagi seluruh peserta yang sudah turut memeriahkan Lomba Jurnalistik tersebut.
Akhmad berharap, dengan adanya bimbingan jurnalistik ini, calon peserta akan semakin mantap dalam mempersiapkan diri menuju kompetisi. Sehingga ada perwakilan dari SMAN 3 Kota Sorong yang dapat meraih juara dalam Lomba Jurnalistik tahun 2023 ini.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kota Sorong, Drs. Yohanis Sagrim, MM melalui Wakasek Humas, Dra. Corry Toisutta mengatakan bahwa lomba jurnalistik ini merupakan kegiatan positif yang harus diagendakan secara rutin. Karena dinilai sangat bermanfaat bagi siswa yang memiliki bakat di bidang jurnalistik.
“Jadi kompetisi ini adalah wadah bagi siswa-siswi kami yang tertarik dengan jurnalistik untuk bisa menyalurkan bakatnya,” kata Corry.
Ia berharap, paling tidak, salah satu dari 15 perwakilan siswa-siswinya dapat menorehkan prestasi terbaiknya sebagai pemenang.
“Dalam setiap kompetisi, kalah menang itu biasa. Tapi kita tetap harus optimis tahun ini juara. Apalagi, beberapa siswa juga sudah pernah ikut lomba tahun kemarin, sehingga tentu mereka sudah punya pengalaman sendiri,” pungkasnya. (ayu)















