



SORONG – Anggota DPR Provinsi Papua Barat, H. Syaiful Maliki Arief, S.Hut, M.Si menggelar kegiatan Reses II di Kota Sorong Tahun 2023, bertempat di Pendopo Pangestu Km 12 masuk, Minggu (30/7) malam.
Syaiful Maliki Arief menjelaskan bahwa, 6 bulan lagi akan dilaksanakan Pemilu 2024 untuk memilih anggota legislatif.”Kita akan banyak sekali bertemu, berbicara, dan berdiskusi tentang politik. Jadi maklum saja, seperti musim durian banyak durian, musim layangan banyak layangan, tapi ketika musim itu berlalu sepi juga. Jadi jangan tabu dengan politik, jangan pasang kuping terlalu tipis, welcome saja dibikin enjoy,” ujar Syaiful yang juga Ketua DPW PKS Papua Barat Daya itu.
Syaiful juga menjelaskan bahwa, pada dasarnya pemilu itu dinamakan pesta demokrasi, pesta itu riang gembira dan senang.”Di situ kita akan adu gagasan, kemudian siapa orang-orang yang layak untuk dipilih sebagai wakil rakyat yang akan duduk di parlemen, yang nanti kita amanahkan untuk memperjuangkan aspirasi kita, keinginan-keinginan kita, apa yang dirasakan oleh kita,” ungkapnya.
Oleh karena itu, orang-orang yang kita pilih sebagai wakil di DPR yang tepat sekali kata Syaiful adalah orang-orang yang biasa bersama kita, bersedia duduk diskusi dengan kita.”Jangan pilih wakil yang datangnya 5 tahun sekali, nanti kalau kita ada apa-apa kita tidak bisa menyampaikan hal-hal yang kita inginkan,” tandasnya.
Dalam kegiatan Reses II itu Syaiful banyak menerima aspirasi dari konstituen yang hadir, untuk disampaikan kepada Pj Gubernur Papua Barat Daya.
Aspirasi yang disampaikan oleh konstituen antara lain warga minta dibuatkan yayasan kesehatan, karena pernah ada warga yang sakit sudah urgent diantar ke UGD RS pemerintah tapi ditolak karena sudah penuh. Selain itu di Klasaman dan Giwu Km 12 masuk banyak anak-anak yang sudah lulus kedokteran, perawat, bidan, tapi belum menjadi pegawai. Ada juga warga yang menanyakan tentang tidak adanya honor/insentif untuk Ketua RT. Kemudian soal , got-got di kompleks bagian dalam yang tidak pernah dibersihkan.
Ada juga yang minta taraf hidup warga ditingkatkan. Ada pula yang mengeluhkan pelayanan birokrasi pemerintah mulai dari RT, RW, kelurahan, distrik, Disdukcapil yang kurang maksimal.
Kemudian ada pula yang minta kesejahteraan ASN di Kota Sorong ditingkatkan. Serta ada konstituen yang mengusulkan agar sekolah dari TK – SMA gratis, dan beasiswa untuk mahasiswa diperbanyak.(akh)















