AIMAS – Guna mengentaskan buta aksara di Papua Barat, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga,SH,MA berkomitmen turut ambil bagian membantu pemerintah daerah dalam mendorong kegiatan literasi. Hal tersebut diungkapkan Kapolda saat menyambangi Kampung Usili Kabupaten Sorong, Selasa (6/12) siang.
Kapolda mengatakan, kendati Papua Barat dikucur anggaran pendidikan yang besar dari Otonomi Khusus (Otsus), namun Polda Papua Barat akan tetap turut andil mendorong kegiatan literasi. Sebab tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas seluruh pihak.
“Hanya melalui pendidikan saja dunia ini bisa maju. Ketika masalah pendidikan tidak diperhatikan, maka generasi muda kita akan tumbuh dengan tidak terkendali dalam 10-20 tahun kedepan, tentunya itu akan menjadi beban pemerintah, beban keluarga dan beban masyarakat. Maka saya tegaskan bahwa ini bukan tugas pemerintah saja, namun tugas kita bersama,” ujar Kapolda. Apalagi, lanjutnya, literasi sudah menjadi program prioritas pemerintah pusat. Oleh karenanya pemerintah daerah bersama para stakeholder dan Forkopimda juga harus saling bersinergi melaksanakannya.
Melihat realita banyaknya anak-anak Kampung Usili yang putus sekolah, Kapolres Sorong, AKBP Iwan P. Manurung, S.IK menambahkan bahwa mencerdaskan anak-anak Papua di kampung Usili Kabupaten Sorong, dibutuhkan peran semua pihak baik itu pemerintah, lembaga, stakeholder terkait serta antar lintas sektor yang ada. “Dalam lubuk hati yang paling dalam, saya ingin ada kemajuan pendidikan di Kampung Usili. Paling tidak dari 90 orang jumlah anak anak yang ada di Kampung Usili, 50 diantaranya bisa didata untuk dibina dalam dunia pendidikan formal,” ucap Kapolres mengutarakan keinginannya.
Guna menerjemahkan komitmen Kapolda Papua Barat dalam pengentasan buta aksara, Polres Sorong telah berkerjasama dengan Yayasan Kasih Rumbai Koteka agar anak-anak Kampung Usili juga bisa mendapatkan hak berpendidikan sejak dini. Sayangnya, hingga saat ini berbagai kendala masih dihadapi, termasuk belum terpenuhinya izin operasional PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang dimotori oleh Yayasan Kasih Rumbai Koteka. Selain itu, ketiadaan biaya untuk membeli alat tulis dan kebutuhan sekolah juga menjadi masalah mendasar. “Oleh sebab itu, kami selalu bersedia dan siap memberikan bantuan yang dibutuhkan warga masyarakat disini, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan untuk mencerdaskan anak-anak Papua di Kampung Usili ini,” tandas Kapolres. (ayu)















