AIMAS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) Cabang Papua Barat melakukan sosialisasi dan koordinasi bersama jajaran Polda Papua Barat di Swiss-Belhotel Sorong, Selasa (14/2). Pertemuan tersebut merupakan bentuk tindaklanjut atas kerja sama yang dibangung antara BP Jamsostek Pusat dan Polri.
Kepala BP Jamsostek Cabang Papua Barat, Nasrullah Umar mengatakan, kerjasama yang dibangun oleh BP Jamsostek Pusat dengan Polri mencakup berbagai hal. Termasuk dalam hal pertukaran informasi, ataupun berkaitan dengan sosialisasi program BP Jamsostek terdapat masyarakat pekerja.
“Kerja sama ini termasuk dalam hal pertukaran data informasi di masyarakat, terkait kepesertaan BP Jamsostek maupun sosialisasi terhadap masyarakat, baik itu pekerja mandiri atau pekerja penerima upah,” kata Nasrullah Umar.
Dengan detail Nasrullah Umar menjelaskan bahwa BP Jamsostek memiliki benerapa program perlindungan untuk dua kategori pekerja. Yakni pekerja mandiri dan pekerja penerima upah.
Dikatakan Nasrullah, Undang-Undang telah mengatur terkait kewajiban bagi seluruh pekerja di Indonesia untuk menjadi peserta dan mendapatkan jaminan perlindungan akibat risiko kerja dari BP Jamsostek. Dimana
“Secara Undang-Undang (UU) seluruh pekerja yang ada di Indonesia wajib menjadi peserta BP Jamsostek, karena ini merupakan program pemerintah pusat. Lalu, kalau kita UU turunannya untuk sektor swasta itu ada denda Rp 1 milyar atau kurungan satu tahun,” tulisnya.
Oleh karenanya, tujuan besar dari terjalinnya kerjasama antara BP Jamsostek dengan Polri adalah untuk menggaungkan terkait program pemerintah tersebut. Sehingga Polri dan jajarannya diharapkan dapat membantu kesuksesan program dimaksud.
Nasrullah melanjutkan, saat ini sedang fokus mengurus permasalahan perusahaan yang tidak patuh terhadap kewajiban untuk memberikan jaminan perlindungan bagi pekerjanya. Contoh kasus, Pt. Belibis Putra sebagai perusahaan pelayaran kapal cepat di Kota Sorong yang sempat menunggak pembayaran iuran kepesertaannya, namun bisa terselesaikan karena bantuan pihak kepolisian.
Di samping itu, BP Jamsostek Papua Barat bersama para Bhabinkamtibmas juga tengah gencar mensosialisasikan program BP Jamsostek kepada masyarakat.
“Di Kota Sorong sendiri, kami sudah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan melaksanakan penyuluhan. Bahkan hampir setiap hari Tim BP Jamsostek dan Tim Polresta Kota Sorong mobile dari titik ke titik untuk mengedukasi masyarakat,” tegasnya.
Bagaikan gayung bersambut, perwakilan Kapolda Papua Barat, Kabag Ops Kerma Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey merespon baik atas komitmen kerjasama tersebut. Oleh karenanya, Mathias meminta seluruh anggota wilayah Papua Barat dan Papua Barat agar dapat bersinergi memberikan dukungan mensukseskan program kerja BP Jamsostek.
“Untuk melaksanakan komitmen ketjasama Kapolri dan BP Jamsostek Pusat, saya mohon para senior dan rekan-rekan semua mari bahu-membahu dan sukseskan program ini.
Karena ini bukan semata-program BP Jamsostek, melainkan program mulia pemerintah pusat untuk melindungi seluruh masyarakat pekerja di Indonesia,” pesannya. (ayu)















