SORONG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau yang familiar dengan nama BP JAMSOSTEK menghadirkan sekitar 200 perusahaan dalam seremoni Platinum Gathering. Dimana Platinum Gathering merupakan sarana pertemuan antara BP JAMSOSTEK dengan mitra pemberi kerja kategori perusahaan Platinum, yakni perusahaan skala menengah dan skala besar.
Kepala Cabang BP JAMSOSTEK Papua Barat, Sunardy Syahid menuturkan, Platinum Gathering rutin dilaksanakan dua kali setahun. Sehingga tujuan kegiatan untuk mempererat tali Silaturahmi dapat dicapai. Selain itu, dilaksanakannya Platinum Gathering juga dilaksanakan untuk mendorong memberikan informasi terkait layanan BP JAMSOSTEK.
“Untuk meningkatkan kualitas layanan, BP JAMSOSTEK memiliki aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Aplikasi tersebut memudahkan pelayanan bagi pemberi kerja sehingga bisa mengakses sendiri semua informasi dan klaim bisa lewataplikasi JMO,” terang Sunardy Syahid.
Tidak hanya itu, BP Jamsostek juga mensosialisasikan program terbarunya yakni program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP). Dimana manfaat program tersebut adalah untuk memberikan perlindungan kepada peserta ketika mengalami pemutusan hubungan kerja.
“Program ini besar manfaatnya untuk peserta karena perlindungan yang diberikan adalah saat yang bersangkutan mengalami PHK. Melalui program tersebut peserta yang baru saja di PHK akan mendapatkan pengganti selama beberapa bulan di awal. Pekerja juga dimudahkan untuk dapat mengakses pasar kerja, maupun mengikuti kegiatan pelatihan dari BP JAMSOSTEK,” beber Sunardy.
Dari kegiatan tersebut, Sunardy berharap, akan terus terjalin hubungan baik antara BP Jamsostek dengan mitra perusahaan Platinum. Dengan demikian maka perusahaan tersebut dapat melaksanakan program BPJS Ketenagakerjaan dan memberikan hak para pekerjanya.
“Kami ingin memastikan seluruh mitra kerja dan vendor yang termasuk ekosistem perusahaan platinum dipastikan bisa terdaftar. Kami juga mendorong perusahaan Platinum untuk bisa mengoptimalkan dana kegiatan CSR untuk melindungi masyarakat yang ada di sekitarnya. Dengan demikian artinya perusahaan bisa membantu pemerintah untuk melindungi masyarakat sekitar melalui program CSR,” pungkasnya. (ayu)














