
SORONG-Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-41, dengan mengusung tema “Bakti Rimbawan, untuk Tanah Air, untuk Bangsa”. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar rangkaian kegiatan diantaranya upacara di Lapangan Upacara BKSDA Papua Barat, Senin (18/3).
Dalam sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prof.Dr.Ir.Nurbaya.M.Sc yang dibacakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu,ST.M.Si menjelaskan bahwa Tema ini mengandung makna reflektif dan evaluatif atas apa yang telah kita lakukan bersama sebagai Rimbawan. Tema ini juga meneguhkan arah dan cara pandang seluruh Rimbawan, dan menggali atau recall memori yang senantiasa ada dalam benak kita.
“Tentang peranan Rimbawan dalam menjaga hutan sebagai elemen dan struktur pembentuk bentang alam dan lingkungan serta semua faktor yang saling mempengaruhi di alam. Panggilan jiwa dan tugas kita bersama melestarikan hutan alam kita, hutan tropika basah Indonesia,” jelasnya.
Menurut, Kadis LHKP PBD Julian Kelly Kambu bahwa untuk memperingati Hari Bakti Rimbawan di Provinsi Papua Barat Daya telah melakukan beberapa aktivitas kegiatan, diantaranya pembersihan jalan dari km 14 sampai 18, ada aksi menanam pohon, lomba main tenis meja, lomba bola voli dan lomba menggambar untuk anak-anak.
“Pada hari ini tanggal 18 untuk dilakukan upacara Hari Bakti Rimbawan dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Kemudian, kata Kelly bahwa momentum hari ini, pesan dari menteri KLHK pada bagian terakhir dari sambutannya bahwa lebih banyak menekan kepada interaksi sosial.
“Kita membangun komunikasi, interaksi sosial dengan masyarakat dengan nilai lembaga masyarakat, masyarakat adat, mitra pembangunan pemerintah dan sekunder lain semuanya kita bersatu, bergandengan tangan bersama-sama membangun pembangunan yang berkelanjutan berwawasan lingkungan,” jelasnya.
“Untuk menjaga kawasan hutan yang ada tetap ada untuk generasi dan anak, cucu kita yang akan datang,” sambungnya.
Lanjutnya, Bentuk sosialisasi yang sudah dilakukan beberapa kali dengan pihak-pihak terkait, mitra pembangunan dengan satu perusahaan dan akan terus berlanjut.
“Kita akan melakukan itu secara berjenjang terstruktur sehingga pemahaman kita bersama tentang pembangunan yang berkelanjutan itu bisa tercapai dengan kawasan hutan bisa dijaga, lingkungannya tetap bersih, aman, nyaman dan bisnisnya bisa berjalan sehingga masyarakatnya bisa sejahtera,” ungkapnya.
Ia berharap kepada pemerintah agar kawasan hutan dijaga oleh masyarakat perlu ada reward.
“Pemerintah harus berikan reward kepada masyarakat lokal, masyarakat yang menjaga hutannya jika rusak agar melakukan reboisasi, penanaman, dan menjaganya,” katanya.
Menurutnya, Masyarakat lokal yang berkomitmen untuk menjaga hutannya. Ini penting, kalau mereka berkomitmen sudah menjaga maka kita juga harus memberikan reward.
“Itu karena hutan ini sebagai paru-paru dunia, hari ini bumi kita sudah tidak panas lagi tapi mendidih. Sehingga hutan-hutan kita ini perlu kita jaga agar menurunkan temperatur bumi sehingga bumi tidak panas tapi bisa hangat,” pungkasnya.(zia)














