SORONG- Pemerintah Kabupaten Maybrat mendapatkan bantuan dana sebesar 2.7 miliar. Dana tersebut diperuntukkan untuk penanganan warga eksodus Kabupaten Maybrat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa menjelaskan Rp 2.7 miliar itu merupakan pergeseran dana dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sebesar Rp 2.5 miliar, disusul Kabupaten Sorong Rp 250. Sedangkan Kabupaten Tambrauw, rencanakan bantu Rp 200 juta.
“Jadi, Rp 2.5 miliar dari Pj Gubernur Papua Barat Daya untuk menggeser kita untuk menambah penanganan warga eksodus di Aifat Timur dan Aifat Selatan dana itu sudah masuk. Bupati Sorong juga bantu Rp 250 juta, Bupati Tambrauw kemarin sudah konfirmasi akan bantu Rp 200 juta,” ungkapnya.
Ferdinan menambahkan pergeseran dana tersebut berdasarkan hasil rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu, guna membantu penanganan warga eksodus di Maybrat.
“Sejauh ini dana itu kami belum realisasikan meski uangnya sudah masuk. Cuma ada tim yang menangani selama ini, tapi ada arahan dari Pj Gubernur Papua Barat agar tim ditambah lagi dari kejaksaan dan kepolisian,” tambahnya.
Ferdinan mengungkap dana tersebut akan diperuntukkan bagi perbaikan rumah warga, sekolah dan gereja yang ditinggalkan selama 2.5 tahun. Sementara itu, sambung Sekda Maybrat wilayah Aifat Timur pada umumnya sudah aman.
“Uang itu akan kami gunakan untuk perbaikan rumah warga yang ditinggalkan kurang lebih 2.5 tahun, sekolah dan ditambah juga dengan gereja. Situasi di Aifat Timur menurut saya sudah aman,” terangnya.
Dikatakan Ferdinan, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Maybrat, sebanyak 6000 warga yang mengungsi pasca insiden penyerangan Pos Ramil Kisor. Akan tetapi, sebagian besar warga sudah kembali.
“Sesuai data pemerintah sekitar 6.000 warga eksodus tapi sebagian besar sudah pulang tinggal sedikit saja tersebar di Kabupaten Sorong Selatan dan Kumurkek, tapi saya tidak tahu jumlah pastinya berapa,”pungkasnya.(rin)















