


SORONG-Kementerian Dalam Negeri diperintahkan Presiden Republik Indonesia untuk turun langsung ke Provinsi Papua Barat Daya untuk melihat langsung kondisi masyarakat eksodus yang mengungsi, salah satunya di Kabupaten Sorong, Jumat (13/10).
Tim kementrian dalam negeri yang dipimpin Staf Khusus Mendagri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan Hoiruddin Hasibuan didampingi Pj Sekda PBD Edison Siagian dan Pj Bupati Maybrat Bernhard Rondunuwu mengunjungi langsung para pengungsi di Aimas, Kabupaten Sorong.
Dari Pantauan Radar Sorong, mereka bertemu langsung dengan para pengungsi yang berada di kediaman anggota DPRK Maybrat Thomas Aitrem.
Selain untuk mendengar keluhan pengungsi, tim Kemendagri juga memberikan bantuan bahan makanan (Bama).
Dikatakan Staf Khusus Mendagri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan Hoiruddin Hasibuan bahwa para pengungsi berharap ingin kembali ke kampung halamannya sebelum natal, namun karena tempat tinggal mereka masih rusak, fasilitas umum lainnya juga sehingga pemerintah berkewajiban untuk memperbaiki.
“Tidak mungkin para pengungsi diantar kembali ke kampung halamannya, tapi tidak ada tempat tinggalnya. Karena itu pemerintah daerah sedang menyiapkan rumah serta fasilitas umum lainnya seperti sekolah, puskesmas dan kebutuhan lainnya,” tegasnya.
“Pemerintah juga akan membantu biaya hidup masyarakat setelah kembali ke kampung halamannya selama 6 bulan supaya mereka akan membangun kehidupan sebagaimana terjadi eksodus,” kata Stafsus yang juga Korspri Mendagri tersebut.
Sementara Pj Bupati Maybrat Bernhard Rondunuwu mengatakan bahwa dengan dukungan pemerintah pusat, maka pemerintah Kabupaten Maybrat dan Provinsi Papua Barat Daya akan menyiapkan apa yang menjadi tanggung jawab mereka dalam rangka pemulangan masyarakat pengungsi ini.
“Selain rumah masyarakat yang harus diperbaiki, bahan makan biaya hidup selama 6 bulan pemerintah siapkan supaya masyarakat dapat kembali ke kampungnya masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRK Maybrat Thomas Aitrem yang menampung 13 kepala keluarga (KK) dari Distrik Aifat Timur selama 2 tahun memberikan biaya sendiri karena menjadi tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat maupun keluarga.
“Persoalan yang dihadapi masyarakat di kediamannya yaitu faktor ekonomi dan kesehatan ada yang sakit bahkan ada dua ibu yang melahirkan dalam rumah ini, namun saya tetap melayani masyarakat ini dengan hati,” ungkapnya.
Thomas sepakat dengan tim Kemendagri dan pemerintah daerah Maybrat agar masyarakat pengungsi ini segera dikembalikan ke kampungnya dengan menyiapkan biaya hidup selama enam bulan,
“Saya pastikan setelah 6 bulan pasti mereka sudah punya kebun dan kembali hidup seperti dulu,” pungkasnya.
Diketahui para pengungsi yang eksodus dari Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya akibat dari penyerangan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kisor beberapa tahun lalu.
Kemudian pada Sabtu 14 Oktober 2023, guna memastikan kondisi rumah serta keamanan di Maybrat kondusif, Kemendagri juga bersama Pj Sekda Papua Barat Daya dan Pj Bupati Maybrat meninjau langsung beberapa lokasi masyarakat yang masih mengungsi yaitu di Distrik dan kampung daerah Aifat Raya.(zia)














