Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan: 100% Penduduk PBD Sudah jadi Peserta JKN
SORONG – Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Ir. David Bangun, M.Eng, IPU, ASEAN Eng., pada Jumat (14/7) mengunjungi Pulau Doom, Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (PBD).
Di Pulau Doom Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan David Bangun turut melayani masyarakat atau peserta JKN yang telah antri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan itu, setelah melayani masyarakat, dilanjutkan acara tiup lilin dan potong kue Ulang Tahun ke-55 BPJS Kesehatan oleh Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan. Potongan kue ulang tahun diberikan kepada Lurah Dum Barat Pebe Yembise, Kepala Puskesmas Dum Maikel Marselino Fatary, S.KM, perwakilan Kelurahan Dum Timur, dan perwakilan Distrik Sorong Kepulauan.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun mengatakan bahwa,
kegiatan di Pulau Doom itu dalam rangka HUT ke-55 BPJS Kesehatan. “Program kita hari ini (Jumat, 14/7) kita namakan DIANI (Direksi dan Dewas Melayani). Kita sebagai direksi dan dewas ingin merasakan apa yang biasa dihadapi oleh kebutuhan dari peserta. Misalnya tadi (kemarin) ada salah satu peserta yang ingin memastikan bahwa dirinya sudah menjadi peserta atau tidak, dan ternyata dia dan keluarganyq sudah terdaftar sebagai peserta,” ujarnya.
Dikatakan pula bahwa pengaduan di BPJS Kesehatan selama ini paling banyak terkait dengan administrasi kepesertaan, misalnya apakah namanya tidak sesuai, atau ada keluarganya yang belum terdaftar, atau mendaftarkan bayi baru lahir. “Tapi juga kadang-kadang pengaduan itu terkait dengan layanan di rumah sakit atau di faskes, kadang-kadang mereka merasa kenapa kami harus dimintai bayaran, kenapa obatnya tidak tersedia. Itu yang biasa dihadapi juga. Jadi memang itu selalu menjadi upaya kami untuk pertama menyelesaikan dan kedua adalah mengupayakan untuk makin lama makin bagus,” ungkapnya.
Saat ditanya tentang jumlah masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya (PBD) yang menjadi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan David Bangun menjelaskan bahwa, khusus di Papua Barat Daya ini satu hal yang menggembirakan, bahwa seluruh penduduk sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Dan dari yang sudah terdaftar itu lebih dari 96% itu aktif statusnya.
“Jadi kan biasanya ada peserta yang menunggak atau non aktif kartunya, tapi khusus untuk Papua Barat Daya ini adalah provinsi dengan tingkat keaktifan tertinggi di seluruh Indonesia. Jadi 96% yang bisa dibilang adalah kebetulan ada sisanya mungkin karena tidak sakit atau apa jadi tidak mengurus, jadi Papua Barat Daya ini tertinggi keaktifannya di Indonesia,” tegasnya.
Dikatakan bahwa semua penduduk di Papua Barat Daya sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Lebih dari 60% dibayar oleh pemerintah pusat, sedangkan pemda kabupaten/kota ikut aktif juga mendaftarkan, karena kalau dari pemerintah pusat kurang lebih 60% sedangkan di sini sudah 100%, jadi semuanya ini bahu membahu baik itu pemberi kerja, baik itu yang mendaftarkan sendiri, termasuk pemda juga menunjukkan komitmen untuk mendaftarkan masyarakatnya, sehingga tercapai 100%.”Ini suatu hal yang menggembirakan, karena kalau untuk Indonesia itu baru tahun 2024 diharapkan mencapai 98%, Papua Barat Daya ini bahkan tahun 2023 pun sudah melebihi dari target nasional, jadi memang tantangan lagi untuk provinsi atau kota/kabupaten lain yang belum mencapai status UHC (Universal Health Coverage),” terangnya.
Berdasar data yang dihimpun radarsorong.id UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.(akh)













