SORONG-Jelang akhir tahun 2021, persentase capaian realisasi fisik program dan kegiatan yang dilaksanakan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sorong belum mencapai 100 persen.
Sekretaris Daerah Kota Sorong Drs. Yakob Kareth,MM mengatakan, dalam acara Monitoring Meja Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pembangunan Daerah Triwulan III, yang berlangsung di Gedung LJ Kota Sorong, bahwa persentase capaian realisasi fisik program dan kegiatan masih mengalami beberapa kendala, dimana masih terdapat program dan kegiatan yang persentase dan realisasi fisik belum mencapai 100 persen.
“Capaian realisasi fisik program dan kegiatan yang dibiayai melalui APBD Pemerintah Kota Sorong dari berbagai sumber dana yaitu DAU, DAK, Dana Otsus, Dana Bagi Hasil Migas dan Non Migas, DBH Pajak dan bukan Pajak Pusat, masih 17,74 persen. Sedangkan realisasi keuangan masih 40,19 persen,” katanya, Rabu (8/12).
Menurutnya, masih rendahnya capaian realisasi fisik program dan kegiatan tentu menghambat kontribusi terhadap keberhasilan pembangunan, sesuai visi dan misi Pemerintah Kota Sorong yang mewujudkan Kota Sorong menjadi kota termaju di tanah Papua Barat.
“Untuk tahun 2021, pelaksanaan kegiatan prioritas pembangunan di Kota Sorong di bidang infrastruktur terdiri dari kegiatan peningkatan jalan dalam kota dengan anggaran sebesar Rp 62.696.271.760, pembangunan drainase anggaran sebesar Rp 9.099.998.528, pembangunan jaringan air bersih anggaran sebesar Rp 5.038.286.000, pembangunan gedung VIP Kantor Wali Kota Sorong anggaran sebesar Rp 14.015.900.000,” ungkapnya.
Kemudian pembangunan stadion Bewela sebesar Rp 13.840.963.813, persampahan kota anggaran sebesar Rp 14.732.373.500, pembangunan rumah bagi OAP sebesar Rp 15.895.350.000 dan kegiatan infrastruktur lainnya.
“Bidang kesehatan terdiri dari pelayanan COVID-19 sebesar Rp 28.180.797.322, jaminan kesehatan Rp 20.289.331.748, pengadaan alat kesehatan di rumah sakit Rp 3.969.980.000, pembangunan rehab rumah sakit sele be solu sebesar Rp 7.578.400.000 dan kegiatan pembangunan lainnya,” ujarnya.
Sementara untuk bidang pendidikan terdiri dari pembangunan ruang kelas baru sebesar Rp 14.004.060.000, sarana dan prasarana utilitas sebesar Rp 6.455.407.613 dan kegiatan pembangunan lainnya.
“Dibidang ekonomi, terdiri dari pembangunan UMK sebesar Rp. 4.852.758.031, sarana dan prasarana perikanan tangkap sebesar Rp 5.142.800.000. Pengembangan objek wisata sebesar Rp 16.230.412.480 dan kegiatan pembangunan lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan kepada seluruh OPD harus segera menyelesaikan program dan kegiatan pembangunan yang bersumber dari APBD Kota Sorong. Semua program dan kegiatan harus sesuai dengan anggaran yang tersedia dan tidak melakukan utang.(zia)











