AIMAS – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Sorong melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VIII, bertempat di Hotel Aquarius, Kamis (23/11). Pada agenda tersebut, tema yang digaungkan adalah peran dan fungsi GAPENSI dalam mewujudkan perusahaan jasa konstruksi yang profesional dan berkualitas.
Ketua BPC GAPENSI Kabupaten Sorong 2017-2023, Jack Winarta mengatakan, saat ini dirinya tengah merangkap jabatan sebagai Ketua Umum BPD GAPENSI Papua Barat Daya. Dimana pelantikan BPD GAPENSI Papua Barat Daya dilaksanakan tepat satu bulan yang lalu, tepatnya tanggal 27 Oktober 2023.
Oleh sebab itu, sesuai ketentuan, Pengurus harian BPC GAPENSI kabupaten/ kota yang telah bergeser dan dilantik di BPD Provinsi, harus segera mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan di tingkat BPC maksimal terhitung dalam jangka waktu 30 hari.
“Sesuai ketentuan memang tidak dibenarkan merangkap jabatan pada BPC dan BPD, oleh sebab itu saya harus pamit undur diri dari BPC. Agar tidak bertentangan AD-ART Maka dilaksanakanlah Muscab ini seiring dengan berakhirnya masa jabatan BPS pada Desember. Oleh sebab itu pelaksanaan Muscab ini dianggap sah oleh ketentuan AD-ART GAPENSI,” terang Jack.
Ia berharap, melalui Muscab dapat dihasilkan kebijakan program organisasi dan program kerja serta pokok-pokok pikiran dan dapat menyusun rancangan untuk 5 tahun kedepan.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sorong Bidang Pembangunan, Markus Karat mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh pelaksanaan Muscab GAPENSI Kabupaten Sorong. Dikatakan Markus, GAPENSI seperti merupakan organisasi pemerintah namun menggunakan plat hitam. Sebab GAPENSI adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan.
“Dalam Gapensi terdapat beragam keahlian termasuk ahli dalam pembangunan gedung, pembangunan jembatan, rumah, kantor, pembuatan jalan, sarana air bersih, dan sebagainya. Selama ini GAPENSI turut berkomtribusi besar dalam mewujudkan program kebijakan pemerintah,” ujar Markus Karat.
Melalui Muscab tersebut, Markus berharap akan lahir pemimpin-pemimpin baru GAPENSI Kabupaten Sorong yang dapat mendorong kesejahteraan anggotanya. Terutama dalam membantu proses kepengurusan administrasi para anggota agar harus tertib dan lengkap.
“Sebab kelengkapan administrasi kontraktor juga akan sangat berpengaruh dalam rangka mendukung proses administrasi di pemerintahan untuk pencairan uang maupun saat ada pemeriksaan BPK,” ujarnya.
Markus berharap dengan suksesnya pelaksanaan Muscab GAPENSI Kabupaten Sorong, nanti akan turut memberikan dampak terhadap pendataan keanggotaan seluruh anggota GAPENSI. Dengan demikian maka seluruh anggota GAPENSI dapat melakukan pekerjaan dan menjadi pengusaha konstruksi yang dapat bekerja secara profesional.(ayu)















