
SORONG-Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang 78 tahun, Ikatan Alumni Pendidikan Yogyakarta (IKAPY) Papua Barat Daya (PBD) membagikan 1.000 bendera merah putih sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional Gerakan Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih.
Dari pantauan Radar Sorong hadir pada acara tersebut Pj Gubernur Papua Barat Daya Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si bersama Direktur Jendral (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri, Agus Fatoni juga membagikan bendera merah putih di Depan Taman Sorong City, Selasa (15/8).
Diketahui Bendera merah putih berukuran kecil dibagikan kepada para pengendara sepeda motor dan pengemudi roda empat, kemudian diikat di spion masing-masing kendaraan yang melintas di sepanjang jalan depan Taman Sorong City tersebut.
Pj Gubernur Muhammad Musa’ad mengatakan, bendera merah putih bukan hanya simbol tapi sebagai bahan permenungan dan motivasi serta penghormatan kepada para pejuang Negara dan Bangsa ini.
“Yang sampai hari ini semua generasi bisa menikmati kemerdekaan yang ke-78 tahun. Ini semua pasti tidak kebetulan tapi karena kehendak yang maha kuasa sehingga patut menyampaikan puji syukur,” katanya.
Pj Gubernur PBD mengatakan bahwa tugas generasi sekarang menjaga dan tancapkan bendera di seluruh wilayah NKRI. Membuktikan kepada semua masyarakat dunia bahwa kita menghormati para pejuang kusuma bangsa.
“Harus bertekad untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan sehingga anak cucu lebih memiliki semangat, spirit dan motivasi untuk mencintai bangsa dan negara ini,” tegasnya.
Pj Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih, karena IKAPY telah melaksanakan kegiatan pembagian bendera tersebut.
“Kegiatan ini spontanitas yang dilakukan IKAPY dan menjadi bagian dari elemen masyarakat yang membantu pemerintah mengumpulkan bendera sendiri dan mendistribusikan,” katanya.
“Tidak semua bendera disiapkan pemerintah tapi ini adalah upaya bersama dari teman-teman IKAPY yang mencintai Negeri dan bangsa ini,” pungkasnya.
Kemudian, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri, Agus Fatoni, mengatakan penyerahan bendera merah putih ini menunjukkan komitmen kita bersama bahwa kita akan selalu menjaga NKRI.”NKRI harga mati jadi kita pertahankan karena dengan NKRI terpelihara kita semua akan damai dengan damai pembangunan bisa berjalan,” tegasnya.
Menurutnya, jika gangguan ada di mana-mana pembangunan tidak bisa berjalan. Ekonomi tidak bisa berjalan masyarakat ikut menderita maka tugas kita perlu menjaga perdamaian, kedamaian, dan keamanan karena merah putih sebagai lambang perekat.
“Merah putih sebagai lambang perjuangan kita dan lambang semangat kita kalau dulu dalam rangka merebut kemerdekaan kalau sekarang sebagai simbol kekuatan kita untuk mengisi kemerdekaan sehingga cita-cita pendiri bangsa dulu bisa tercapai tujuan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Agus Kambuaya mengatakan pembagian seribu bendera merah putih merupakan serangkaian kegiatan menjelang musyawarah besar Ikatan Alumni Pendidikan Yogyakarta (IKAPY) Papua Barat Daya.
Kemudian, salah satu Alumni Pendidikan Yogyakarta Julian Kelly Kambu, mengatakan bahwa kegiatan pembagian bendera merah putih ke pengendara yang berlalu lalang tersebut dilatarbelakangi karena tidak nampak bendera merah putih yang dipasang di kendaraan mereka.
“Jadi kami mengumpulkan atau swadaya untuk beli bendera merah putih. Hal tersebut juga untuk membangun semangat nasionalisme anak negeri untuk melihat masa depan. Membangun persatuan, membangun keutuhan dan mewujudkan Negera lebih baik,” pungkasnya.
Diketahui dari beberapa alumni nampak Max Fonataba, Agustinus Kambu, Syafruddin Sabonnama yang juga sebagai Anggota DPR Kota Sorong.(zia)















