• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Senin, 28 September 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Mengelola Sampah Organik Menjadi Sumber Protein Keluarga

by REDAKSI
15 April 2026
in Berita Utama, Papua Barat Daya, Sorong Raya
0
Mengelola Sampah Organik Menjadi Sumber Protein Keluarga

Illustrasi memilah sampah sejak dari sumbernya. (Ist/Radar Sorong)

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SORONG – Sampah yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik merupakan sarang kuman, bakteri, dan vektor penyakit (tikus, lalat, nyamuk) yang dapat menularkan berbagai berbagai penyakit  seperti diare, demam berdarah, infeksi kulit dan sebagainya. Tumpukan sampah khususnya sisa makanan, dapat membusuk dan mencemari lingkungan, air, serta udara sekitar, dan gas metana yang dihasilkan merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global.

Sejatinya, bila dikelola dengan baik, sampah organic bisa menjadi salah satu sumber protein dan berpotensi ekonomi untuk pemasukan keuangan keluarga. Salah satunya melalui budidaya maggot. Maggot merupakan larva/belatung dari lalat Black Soldier Fly(BSF)atau lalat tentara hitam (Hermetia illucens). Berbeda dengan belatung lalat rumah, maggot BSF aman, tidak membawa penyakit, dan sangat efektif mengurai sampah organik serta bernutrisi tinggi dengan kandungan protein 30%-40% yang sangat baik untuk pakan ikan air tawar (Lele, Mujair, Nila dan lainnya) maupun unggas (Ayam, Bebek). Ternak yang mendapatkan asupan maggot memproduksi telur sebagai sumber protein bagi keluarga. Telur dan dagingnya bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Berita Terkait

Raih Juara I Nasional MTQ BKMT Festival 2026, Ade Irma Ulima Harumkan Nama Papua Barat Daya

Raih Juara I Nasional MTQ BKMT Festival 2026, Ade Irma Ulima Harumkan Nama Papua Barat Daya

27 September 2026
134
Terancam 15 Tahun Penjara, WS WNA China Jadi Tersangka Perburuan Penyu Sisik di Raja Ampat

Terancam 15 Tahun Penjara, WS WNA China Jadi Tersangka Perburuan Penyu Sisik di Raja Ampat

23 September 2026
34
FOPERA Desak Gubernur Pilih Sekda Papua Barat Daya dari OAP

FOPERA Desak Gubernur Pilih Sekda Papua Barat Daya dari OAP

22 September 2026
210

Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, saat ini sedang membangun lokasi budidaya maggot di Aimas Kabupaten Sorong seluas 9 x 15 meter persegi, yang ke depan diharapkan menjadi role model pengelolaan sampah organic, solusi praktis yang bernilai ekonomis untuk menangani masalah sampah organic di Provinsi Papua Barat Daya ini. “Kita saat ini sedang bangun lokasi budidaya maggot di Aimas sepanjang 15 meter dan lebar 9 meter, sudah hampir rampung, dan kita akan minta kesediaan waktu dari Bapak Gubernur untuk meresmikannya nanti,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu,ST,MSi kepada Radar Sorong, Selasa (14/4/26).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu,ST,MSi. (Dok/Radar Sorong)

Diterangkannya, sampah bila tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber penyakit dan sumber bencana. Karena itu, pihaknya meminta dukungan Bupati/Walikota se-Papua Barat Daya agar fokus dalam penanganan sampah di wilayahnya masing-masing. Dari sisi aturan, penanganan dan pengelolaan sampah merupakan kewenangan kabupaten/kota, karena yang punya masyarakat, yang punya wilayah itu Bupati/Walikota. “Namun demikian, dari sisi kebijakan, kami akan melihat mana yang dibantu sesuai dengan ketersediaan anggaran, tetapi lebih fokus kami berharap kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memperhatikan mekanisme penanganan dan pengurangan sampah di wilayahnya masing-masing,” tukarnya.

Ditegaskannya, sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan perintah dari pemerintah pusat melalui Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Sampah di seluruh Indonesia yang menggunakan sistim open dumping (Metode pembuangan akhir sampah dengan cara menumpuk sampah di lahan terbuka tanpa pengelolaan), sampai tahun 2029 ditutup seluruhnya. Di wilayah Papua Barat Daya ini lanjut Kelly, semuanya masih sistim open dumping, seperti di TPA Sorong-Makbon. Karena itu, pemerintah daerah harus lebih fokus lagi untuk penanganan sampah menuju sistim Sanitary Landfill (Metode pemrosesan akhir sampah yang aman dan ramah lingkungan dengan cara menumpuk, memadatkan, dan menutup sampah menggunakan tanah pelapis secara harian. Sistem ini mengisolasi sampah untuk mencegah pencemaran tanah dan air).

“Karena itu, pemerintah kabupaten/kota harus membuat roadmap terkait penyelesaian masalah sampah di daerahnya masing-masing, jangan menunggu ada bencana baru kita ribut, jangan menunggu banjir dulu baru kita duduk evaluasi. Jangan kita menunggu kekeringan, banjir, longsor dan bencana hidrometerologi lainnya baru kita sadar bahwa kelestarian lingkungan itu sangat penting artinya bagi kehidupan manusia,” tegas Kelly Kambu.

Selain melalui sistim Sanitary Landfill, menyelesaikan masalah sampah khususnya sampah organic juga efektif dilakukan sejak awal di hulunya yakni di rumah tangga, rumah makan, hotel-hotel dan sebagainya, sehingga ke depan diharapkan tidak ada lagi sampah-sampah organic yang masuk ke TPA. Sampah organic yang telah dipilah, selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan bagi budidaya maggot. Selain itu, sampah organic juga bisa diselesaikan secara mandiri dari tingkat rumah tangga dengan memanfaatkannya untuk membuat kompos sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanah.

“Masalah sampah organic bisa diselesaikan di hulu, sampah sudah dipilah. Cara pandang masyarakat harus dirubah, jika sebelumnya berpikirin memilah sampah ini susah, ribet, pelan-pelan harus dirubah, karena memilih sampah ini sebenarnya sepele, simple, tidak susah. “Penanganan dan pengurangan sampah organic ini bisa diselesaikan di hulu, dari rumah tangga, warung makan, hotel, kantor, rumah sakit, supermarket, dan semuanya kita bertanggungjawab untuk sama-sama berpartisipasi mencegah pemanasan global, salah satunya dengan memilah dan menafaatkan sampah-sampah organic dari hulunya,” jelas Kelly Kambu.

Ditambahkannya, Perpres Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional, seluruh Indonesia diminta untuk melakukan inventarisasi penyumbang gas rumah kaca, dari sumber-sumbernya, seperti metana salah satunya dari sampah/limbah organic. Penyumbang gas rumah kaca juga ada dari sector kehutanan, dari sector energy, seperti misalnya dari PLN, juga dari Pertamina dan lainnya. “Kami sudah mendapatkan info awal dari Pertamina TBBM bahwa peredaran gasoline yang beredar di wilayah Papua Barat Daya kurang lebih 1 juta liter perhari. Dari sini, melalui aplikasi kita bisa menghitung berapa banyak karbon yang dihasilkan dari sumber kendaraan bermotor yang menggunakan gasoline baik itu Pertalite, Pertamax dan lain sebagainya.  Demikian juga dengan gas metana yang dihasilkan dari sampah bisa dihitung melalui pendekatan teoritis dan matematis. Karena itu, kita harus lebih harus fokus lagi di penanganan sampah karena kalau tidak dikelola dengan baik bisa menjadi penyumbang gas metana. Padahal bila dikelola dengan baik, maka bisa menjadi nilai tambah yang bernilai ekonomis,” pungkasnya. (ian)

ADVERTISEMENT
Previous Post

DLH PBD Dukung Sepenuhnya Pembangunan RS Siloam Kota Sorong

Next Post

Latihan dan Uji Terampil Glagaspur, Prajurit Kodaeral XIV Laksanakan Renang Laut dan Menembak

Related Posts

Raih Juara I Nasional MTQ BKMT Festival 2026, Ade Irma Ulima Harumkan Nama Papua Barat Daya
Berita Utama

Raih Juara I Nasional MTQ BKMT Festival 2026, Ade Irma Ulima Harumkan Nama Papua Barat Daya

27 September 2026
134
Terancam 15 Tahun Penjara, WS WNA China Jadi Tersangka Perburuan Penyu Sisik di Raja Ampat
Papua Barat Daya

Terancam 15 Tahun Penjara, WS WNA China Jadi Tersangka Perburuan Penyu Sisik di Raja Ampat

23 September 2026
34
FOPERA Desak Gubernur Pilih Sekda Papua Barat Daya dari OAP
Papua Barat Daya

FOPERA Desak Gubernur Pilih Sekda Papua Barat Daya dari OAP

22 September 2026
210
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolda PBD: Polantas Harus Hadir dan Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat
Papua Barat Daya

Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolda PBD: Polantas Harus Hadir dan Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

22 September 2026
28
MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II
Berita Utama

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

20 September 2026
69
4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI
Berita Utama

4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI

18 September 2026
134
Next Post
Latihan dan Uji Terampil Glagaspur, Prajurit Kodaeral XIV Laksanakan Renang Laut dan Menembak

Latihan dan Uji Terampil Glagaspur, Prajurit Kodaeral XIV Laksanakan Renang Laut dan Menembak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Raih Juara I Nasional MTQ BKMT Festival 2026, Ade Irma Ulima Harumkan Nama Papua Barat Daya

Raih Juara I Nasional MTQ BKMT Festival 2026, Ade Irma Ulima Harumkan Nama Papua Barat Daya

27 September 2026
Tangis Haru Warnai Perpisahan GM Vega Prime Hotel Agus Sunarto

Tangis Haru Warnai Perpisahan GM Vega Prime Hotel Agus Sunarto

26 September 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!