AIMAS – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong atas kebijakan peluncuran program laboratorium inovasi (Labinov). Hal tersebut diungkapkan Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo saat peluncuran program Labinov yang dihadiri Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP dan sejumlah pimpinan OPD.
Diungkapkan Yusharto, di tingkat kabupaten/ kota di seluruh Indonesia, Kabupaten Sorong merupakan daerah pertama yang merilis program Labinov ini. Labinov nantinya bermanfaat untuk mengakomodasi seluruh inovasi yang dilahirkan setiap OPD di daerah tersebut.
“Kabupaten Sorong merupakan yang pertama dari seluruh daerah di Indonesia yang meluncurkan program Labinov. Ini satu gebrakan baru bagaimana berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat lewat program strategis,” ujar Kepala BSKDN Kemendagri.
Dirincikan Yusharto, terdapat empat manfaat yang dihasilkan dari program Labinov, yakni pertama menjadi lembaga untuk mencetuskan inovasi-inovasi dari setiap OPD atau masyarakat yang ada di Kabupaten Sorong.
“Ini menjadi satu kesempatan untuk lebih ekstensif menambah jumlah inovasi yang dibutuhkan untuk penyelesaian masalah di wilayah ini,” ungkap Yusharto Huntoyungo.
Kedua, untuk meningkatkan kualitas dari inovasi yang sudah ada saat ini untuk terus terbina menjadi inovasi yang lebih baik ke depan. Ketiga, adanya Labinov ini akan membentuk ekosistem inovasi yang lebih kuat.
“Bahwa dengan adanya Labinov, setelah ada satu inovasi maka akan ada inovasi lain di tempat lain membentuk satu ekosistem yang saling mendukung untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat,” ungkapnya.
Keempat, Labinov berfungsi untuk melengkapi kelembagaan yang ada. Sehingga pemerintah akan sangat terbantu dalam melaksanakan proses pengadministrasian maupun proses pengdokumentasian inovasi.
“Saya yakin bahwa dengan adanya Labinov ini akan bisa menyelesaikan setiap persoalan yang ada di Kabupaten Sorong. Oleh sebab itu, kami akan terus mendukung untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas inovasi yang tidak lain adalah untuk mengefisiensikan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sorong,” tutur Yusharto.
Dia menegaskan, bahwa inovasi sudah menjadi komunitas unggulan di jajaran pemerintahan. Sehingga dimungkinkan akan banyak hal yang bisa dicapai dengan mudah pada penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sorong setelah terwujudnya Labinov.
Keseriusan pemerintah pusat dalam pengembangan inovasi padapola pemerintahan modern juga tak main-main. Bahkan pemerintah pusat juga telah mengucurkan miliaran rupiah untuk mengapresiasi sejumlah daerah terinovatif melalui insentif daerah.
“Bagi daerah yang berinovatif, Pemerintah Pusat akan memberikan insentif daerah. Sampai dengan 2023, BSKDN telah menyalurkan dana sekitar Rp 500,4 miliar kepada beberapa daerah terinovatif, termasuk Kabupaten Sorong yang juga pernah mendulang Innovative Gobernment Awards (IGA) sebagai kategori darah terinovatif,” bebernya.
Dia berharap, Kabupaten Sorong akan terus berada pada jajaran daerah-daerah yang terinovatif di tahun-tahun yang akan datang.
Sementara itu, Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP menjelaskan bahwa Labinov ini sudah menjadi program prioritas pemerintah yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo dengan sebutan Nawacita, artinya membangun dari pinggiran ke kota.
“Kabupaten Sorong masih masuk predikat pinggiran sehingga Labinov ini merupakan program strategis untuk membangun wilayah ini lebih baik ke depan jelas Yan Piet Mosso.
Penjabat Bupati Sorong pun menyampaikan terima kasih kepada Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo yang telah hadir dan meluncurkan program Labinov ini.
“Tempat dan aplikasi program Labinov ini sudah ada dan itu nanti mengakomodasi seluruh inovasi yang dihasilkan OPD, itu akan terdata pada aplikasi itu,” imbuh Moso.
Karena itu dia berharap kepada seluruh OPD untuk berlomba berinovasi sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Sorong. (ayu)















