SORONG- Rencana aksi demo Akbar yang melibatkan tim percepatan, tim presedium dan tim deklarator di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya tidak jadi atau di tunda sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian.
Penundaan aksi demo yang rencananya berlangsung selama tiga hari tersebut karena Gubernur Pj Gubernur PBD, Hasan Mosa’at saat ini sedang berdinas keluar Daerah dan yang berikut juga terkait persiapan teknis.
Lambert Jitmau dalam pernyataan Persnya di Kantor Gubernur PBD (15/3) menegaskan bahwa dirinya tidak menghendaki adanya aksi demo hari ini.
” Kalau aksi demo dilakukan selama tiga hari, yang saya takutkan aktifitas di pemerintahan kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya Bisa lumpuh dan yang rugi adalah kita semua” tandasnya.
” Saya selaku mantan Walikota dua periode dan mantan pejabat, saya tidak menghendaki ada aksi demo hari ini, kota aktifitas pemerintahan di kota ini dan provinsi ini harus dijaga secara baik” tandasnya sembari menambahkan bahwa berbeda dengan kabupaten kabupaten yang lain, Kota Sorong ibukota provinsi Papua barat daya adalah kota geterogen yang didiami dan diurus oleh kelompok masyarakat Nusantara.
Supaya jangan terjadi aksi demo di kemudian hari, Ia mengharapkan kepada Pj Gubernur PBD supaya jeli melihat persoalan yang terjadi di masyarakat terutama para tokoh tokoh pejuang pemekaran provinsi PBD mengorbankan segala daya dan upaya untuk menghadirkan provinsi ini harus dilibatkan dalam mendukung gubernur dalam kebijakan pembangunan di propinsi PBD.
” Pa Pj Gubernur, Ade Ku yang paling ganteng, mari kita bersatu, bergandengan tangan untuk merangkul semua adik-adik kita yang berjuang untuk provinsi ini untuk sama sama membangun provinsi ini” tandasnya sembari menambahkan bahwa provinsi ini hadir untuk masyarakat sorong raya jadi harus tokoh tokoh pejuang pemekaran Sorong raya yang dilibatkan dalam pemerintah bukan dari orang dari luar.
” Setu hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah provinsi ini, bahwa kehadiran provinsi ini tidak jatuh dari langit, Adik adik kita ini tidak tidak boleh jadi penonton di rovonsi ini, mereka harus jadi pemain di lapangan ( provinsi)” tandasnya sembari menambahkan bahwa jika hal ini dibiarkan berlarut larut, suatu ketika nanti pasti mereka akan teriak (Demo).
” Pengorbanan, perjuangan mereka harus dihargai, kalau semua atur baik, pasti semua berjalan dengan baik” dengan demikian kepada Pj Gubernur diminta supaya harus bijaksana untuk mempertimbangkan segala sesuatunya baik sebelum mengambil keputusan. (ris)













