SORONG – Dr.,Drs.,Bernard Sagrim,MM dan Markus Jitmau, S.Sos akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maybrat pada 22 Agustus 2022 mendatang atau tepatnya tinggal tiga bulan kedepan. Selama memimpin Kabupaten Maybrat di periode pertama dan kedua, tentu banyak hal yang telah dikerjakan tetapi juga ada yang belum dikerjakan.
Sebagai intelektual Maybrat dan juga salah satu tokoh yang ikut menggagas hadirnya kabupaten Maybrat, Maximus Air, SE.M.Si tentu memberi apresiasi dan penghargaan kepada Bupati Maybrat Bernard Sagrim yang sudah bekerja maksimal untuk membangun Kabupaten Maybrat baik di periode pertama maupun periode kedua.
Melalui sambungan telepon, (25/5) Maximus mengatakan bahwa kedepan, siapapun penjabat yang ditugasi oleh pemerintah pusat menjabat karateker Bupati Maybrat selama dua tahun kedepan harus benar – benar melaksanakan beberapa tugas penting yang menjadi kebutuhan dasar pemerintah dan masyarakat Maybrat.
Yang pertama adalah harus melaksanakan tata kelola pemerintahan berpusat di Ibu Kota Kabupaten Maybrat di Fait – Mayaf Kumurkek. “Kantor – kantor yang selama ini hanya aktif Senin – Kamis, kalau bisa aktif setiap hari (Senin – Jumat). Jangan jadikan Kumurkek sebagai tempat apel saja, ” ucapnya sembari menambahkan, bahwa jangan pejabat ataupun staf hanya mau hadir di Kumurkek kalau ada pimpinan dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati atau Sekda.
Dikatakannya, bahwa tujuan Kabupaten Maybrat dimekarkan adalah untuk membangun Kabupaten Maybrat yang terdiri dari 24 distrik dan 249 kampung itu adalah untuk membangun kesejahteraan masyarakat, membangun infrastruktur pemerintahan di tingkat kabupaten, distrik dan kampung, membangun kesejahteraan ekonomi masyarakat supaya maju mandiri seperti daerah – daerah lain di Indonesia.
Semua yang telah dihadirkan, termasuk pemekaran kampung dan distrik oleh Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM harus disyukuri sebagai berkat untuk generasi saat ini dan anak cucu kedepan oleh karena itu pemerintah distrik maupun kampung harus pergunakan kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah ini untuk membangun masyarakatnya dengan sungguh – sungguh.
“Hilangkan perbedaan, egosentris satu dengan yang lain, tapi dengan moto kita Nehaf Say Bonaut Satu, satu hati, satu komitmen kita membangun kabupaten Maybrat yang jauh lebih baik kedepan” tuturnya. (ris)















