Bernardus Ngamel : Saya Sudah Buka Pintu, YR Justru Kembali Hadang Siswa
SORONG – Satpam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Kota Sorong, Bernardus Ngamel membantah pernyataan YR yang mengaku tidak bisa keluar sekolah lantaran pagar sekolah yang ditutup, sehingga menyebabkan YR dikeroyok puluhan siswa SMK Negeri 3 pada Rabu (11/8) siang.
Menurut Bernandus Ngamel, kejadian sebenarnya adalah YR bersama sekelompok massa dalam keadaan emosi memaksa masuk ke dalam SMK Negeri 3 dengan mendobrak pintu pagar bahkan memukul tangan Bernandus yang saat itu sedang mengunci pintu pagar, sehingga 4 orang dari massa berhasil masuk ke dalam sekolah. ”Jadi bukan hanya YR saja yang masuk, tapi ada 4 orang. Dimana 2 orang yakni YR dan rekannya masuk hingga ke depan air Mancur sekolah sedangkan 2 orang lainnya masih di belakang,” jelas Bernandus Ngamel kepada Radar Sorong, Jumat (12/8).
Kedatangan 4 warga tersebut sambung Bernardus, tidak hanya masuk namun juga memancing emosi siswa, sehingga dengan spontan siswa berlari mengejar 4 orang tersebut. Saat melihat 4 warga lari ke arah pagar, Bernardus kembali membuka pagar sehingga 3 warga berhasil keluar sedangkan YR justru berbalik dan menghadang siswa. ”Makanya YR dikeroyok. Padahal saat lari ketika dikejar siswa, harusnya dia keluar dari pagar. Namun, justru korban berbalik dan menghadang siswa, sementara pagar sudah saya buka agar mereka bisa keluar. Dan luka yang didapat oleh korban, merupakan hasil keroyok dari siswa,” terangnya.
Dikatakan, ia kembali mengunci pintu pagar agar massa dari luar sekolah tidak masuk. Kemudian ia mencoba melerai amukan siswa kepada YR, hasilnya ia juga dipukuli. Sebab, siswa yang mengeroyok dalam jumlah banyak. ”Makanya, terkait saya menarik pagar dan mengunci agar YR dikeroyok, tidak benar. Justru massa yang mendobrak pintu pagar dengan paksa untuk masuk. Padahal, saya sudah bilang agar bicarakan dengan damai terkait masalah perkelahian siswa di luar sekolah,” bebernya .
Bernadus mengaku tidak tahu pasti bagaimana kejadian awal, karena di luar dari area sekolah. Dan terkait pengakuan korban dirinya di katapel siswa, Bernadus menyatakan itu tidaklah benar. Luka yang ada pada tubuh korban didapati saat dikeroyok siswa karena memaksa masuk di dalam area siswa.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 3, Umar Singgit,S.Pd menyampaikan pihaknya sudah melakukan mediasi awal dengan pihak keluarga, namun karena berkaitan dengan pendanaan, dimana dana sekolah bukan milik sekolah melainkan milik orang tua siswa, sehingga perlu adanya pertemuan dengan orang tua siswa guna membahas hal tersebut. ”Maka nanti hari Sabtu kami akan rapat dengan seluruh orang tua siswa. Apapun hasilnya nanti kita bawa pada mediasi kedua di hari Senin (15/8) semoga semua bejalan lancar. Saya minta agar tidak memberitakan bila tidak mengetahui kejadian sebenarnya,” tandasnya.
Umar menambahkan, pihak sekolah sudah banyak melakukan pembenahan dari semua lini bahkan pintu gerbang baru jadi 1 minggu. Kemudian, juga mau melangkah untuk pembenahan pendidikan karakter anak, agar memiliki karakter yang bagus. ”Tapi semua perlu bantuan masyarakat umum karena pendidikan adalah tugas seluruh masyarakat,” imbuhnya. (juh)















