SORONG – Telkomsel Branch Sorong melakukan silaturahmi, sekaligus memberikan kue dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Radar Sorong, Rabu (16/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan Manager Mobile Consumer Telkomsel Branch Sorong, Dwi Rahmat Irfan, didampingi Supervisor Territory Mobile Consumer Business Sorong Raja Ampat Mikhail Wonggo, Manager Household Consumer Telkomsel Branch Sorong Theodora Beatrix Kopeu, Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Sorong Muhammad Nuryadin, serta Staff Mobile Postpaid Consumer and Community Telkomsel Branch Sorong Axel Dylan Tatipata.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Rahmat Irfan memperkenalkan jajaran manajemen Telkomsel Branch Sorong beserta tugas dan tanggung jawab masing-masing, yang mencakup wilayah Papua Barat Daya dan Papua Barat.“Kami dari Telkomsel Branch Sorong ya, Pak ya. Ada tiga manajer di sini. Kalau saya memang meng-handle mobile network, jadi kayak SIM card, voucher, paket data, gitu ya,” kata Dwi.
Ia menjelaskan, Theodora Beatrix Kopeu merupakan Manager Household Consumer Business yang menangani layanan IndiHome atau layanan internet rumah.“Lalu di sebelah kanan saya ada Ibu Theodora Beatriks atau panggilannya Bu Dora, beliau Manager Household Consumer Business yang mengelola IndiHome, Pak. Internet rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Nuryadin selaku Manager Network Operations and Productivity bertanggung jawab terhadap operasional jaringan Telkomsel.“Lalu di kiri saya ada Pak Muhammad Nuryadin, panggilannya Pak Yadin. Beliau Manager Network Operations and Productivity yang meng-handle jaringan. Jadi kalau ada FO cut atau fiber optic cut biasanya kalau ada di grup-grup media kan ada yang komen, ‘Ini jaringan saya lambat,’ gitu ya. Bisa jadi ada apa, trouble di situ,” jelasnya.
Menurut Dwi, Nuryadin memiliki tanggung jawab terhadap jaringan Telkomsel di dua provinsi, yakni Papua Barat Daya dan Papua Barat.“Dan tetap saja Pak Yadin ini sebagai penanggung jawab seluruh dua provinsi ya, Provinsi Papua Barat Daya dan Papua Barat. Scope wilayah kami sama, Pak. Jadi pada intinya kita dua provinsi Pak wilayahnya,” katanya.
Dwi juga memperkenalkan Mikhail Wonggo yang menangani distributor, outlet dan konter Telkomsel di wilayah Papua Barat Daya.“Kemudian ada Kakak Mikhail, mungkin juga ini yang mengelola distributor, outlet-outlet, konter-konter yang ada di Provinsi Papua Barat Daya,” tuturnya.
Sedangkan Axel Dylan Tatipata menangani hubungan dengan kampus, sekolah dan komunitas yang menjadi bagian dari kerja sama Telkomsel.“Lalu ada Kakak Axel, dia yang mengelola kampus, sekolah, komunitas, jadi kita ada kerja sama dengan sekolah, kampus, itu di-handle sama Kak Axel yang wilayahnya sama kayak kami, Pak, dua provinsi,” ujar Dwi.
Dwi berharap hubungan baik antara Telkomsel dan Radar Sorong terus terjalin, sekaligus mendorong media untuk menghadirkan informasi yang berimbang dan independen bagi masyarakat.“Jadi itu perkenalan singkat dari kami. Sekali lagi Selamat Hari Ulang Tahun ke 26. Semoga Radar Sorong sukses tetap berjaya dan selalu menyajikan informasi seputar Papua Barat Daya,” katanya.
Sementara itu, General Manager Radar Sorong, Akhmad Murtadho, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan jajaran Telkomsel Branch Sorong serta kue HUT ke-26 yang diberikan kepada Radar Sorong.Ia mengatakan, peringatan HUT ke-26 Radar Sorong kali ini tidak dilaksanakan melalui acara besar di kantor karena aktivitas kerja telah beralih mengikuti pola kerja digital.“Saya juga mengucapkan terima kasih dari Bapak-Bapak Manajer Telkomsel. Kami hari ini ulang tahun ke-26. Memang kami sengaja tidak mengadakan acara di kantor ya, karena kami sudah sekitar 3 tahun ini kami WFA,” kata Akhmad.
Menurutnya, penerapan pola kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dilakukan setelah Radar Sorong menghentikan penerbitan koran cetak dan beralih sepenuhnya ke media digital.“Jadi WFH kita sejak stop cetak koran itu kita sudah online. Sekarang kalau berita ini digitalisasi kan tinggal di mana pun bisa kerja. Kalau dulu waktu koran memang harus ke kantor, ngetik di kantor, cetaknya juga di kantor, begitu,” ujarnya.
Akhmad menjelaskan, Radar Sorong menghentikan penerbitan koran cetak pada 2023. Perubahan tersebut, kata dia, salah satunya dipengaruhi dampak pandemi Covid-19.Menurut Akhmad, perubahan ke platform digital juga membuat aktivitas kerja tidak lagi bergantung pada keberadaan kantor fisik.“Nah, akhirnya kita beralih dari cetak ke online,” katanya.
Ia mengatakan, perkembangan media digital membuat wartawan dan pekerja media dapat menjalankan aktivitas jurnalistik dari berbagai tempat, selama didukung perangkat dan jaringan komunikasi.
Akhmad juga mengungkapkan bahwa Radar Sorong merupakan salah satu media di Kota Sorong yang bertahan hingga akhirnya menghentikan penerbitan koran cetak dan beralih ke media online.“Tapi di Sorong ini sudah media online banyak sekali, Pak,” ujarnya.
Perkembangan media online di Kota Sorong, kata dia, membuat persaingan dalam mendapatkan dan menyajikan informasi kepada masyarakat semakin dinamis.“Banyak sekali,” katanya.
Sementara itu, dari sisi Telkomsel, dukungan terhadap konektivitas digital menjadi bagian penting dalam perkembangan aktivitas masyarakat, termasuk kerja media yang kini semakin bergantung pada jaringan internet dan komunikasi digital.Kunjungan Telkomsel Branch Sorong tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi antara perusahaan telekomunikasi dan media dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat di Papua Barat Daya.(zia)
















