

Leo Wiyai:Kami Bangga dan Senang, Nama Kabupaten Teluk Wondama Tertulis di KRI
SORONG- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana TNI Yudo Margono mengkukuhkan KRI Teluk Wondama-527 sebagai kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST), Rabu (11/1) bertempat di Dermaga Mako Armada III.
Pengukuhan KRI jenis LCT tersebut diwarnai dengan upacara dan tari Adat Teluk Wondama serta pecah piring oleh Ny Veronica Yudo Margono di tangga KRI.
Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono menjelaskan KRI Wondama dikukuhkan sebagai kapal perang Republik Indonesia jenis LCT.
Dengan spesifikasi teknis kapal sebagai berikut panjang seluruh 117 meter, lebar 16,40 meter, displacement 5.000 ton kecepatan maksimum 16 knot serta memiliki endurance waktu berlayar selama 20 hari.
KRI jenis LST tersebut mampu membawa 476 kru, dan prajurit pasukan pendarat, 10 unit main battle tank (MBT) jenis leopard milik TNI Angkatan darat atau 15 unit tank BMP-3F milik Marinir, 4 unit LCBP serta 2 unit helikopter.
Selain itu, KRI Teluk Wondama-527 berat kosong 3.075,230 ton, berat penuh 4.954,997 ton, tinggi tiang dari garis air 23.1 M, dan tinggi tiang dari lunas 26.1 serta persenjataan yang dimiliki adalah marian 40 MM boffora dan meriam 12 MM.
Sebagai fungsi tambahan di samping sebagai Kapal pendarat amfibi KRI Teluk Wondama 527 mampu menyelenggarakan patroli keamanan laut, dukungan angkutan laut, Serpas dan Setlog, operasi bakti, SAR dan kapal suplai tender lengkap crane Muat.
“Daya tempur dalam sebuah pertempuran di samping bertumpu pada persenjataan yang dimiliki juga harus diseimbangkan dengan kesikapan dan ketangguhan prajurit yang terlatih bermoral dan berjiwa Patriot. Dua sisi mata pedang ini akan menjadi daya gempur sekaligus daya gentar yang dahsyat bagi musuh-musuh kita,”jelasnya Panglima TNI.
Pemerintah, sambung Panglima TNI terus berkomitmen untuk membangun daya gempur tersebut melalui pengadaan. Sehingga untuk meningkatkan daya gempur TNI Angkatan Laut telah hadir KRI Teluk Wondama 527.
“Kehadiran kapal jenis LCT ini diharapkan mampu mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut sekaligus mendukung visi Presiden RI Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,”ungkapnya.
Kapal ini dirancang untuk melaksanakan tugas sesuai fungsi asasi sebagai pengangkut pasukan pendarat lengkap dengan kendaraan amfibi dan peralatan tempurnya untuk selanjutnya di daratkan di pantai yang dikuasai musuh dalam suatu Operasi Amfibi.
Penamaan KRI Teluk Wondama, tambah Panglima TNI merupakan perwujudan kecintaan TNI pada bumi Papua. Sebab, TNI ingin kapal perang tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Papua.
“Kami pun berharap seluruh masyarakat Papua turut bangga memiliki kapal perang kemanapun kapal ini berlayar akan selalu membawa nama besar Teluk Wondama. Sehingga saya berharap Teluk Wondama nantinya akan semakin mendunia,”terangnya.
Yudo juga berpesan kepada Komandan maupun awak KRI Teluk Wondama agar bisa merawat KRI Teluk Wondama dengan sebaik-baiknya. Sebab, KRI dibeli dengan uang rakyat.
“Tunjukkan tanggung jawab kalian dalam mengemban amanah rakyat dengan baik, terus jaga kesiapan operasional agar kapal perang ini siap untuk digerakkan kapanpun dan di manapun. Selain itu saya minta agar seluruh awak kapal meningkatkan kemampuannya dengan berlatih secara bertingkat dan berlanjut Tunjukkan bahwa kalian adalah Patriot prajurit TNI profesional modern dan tangguh,”tegasnya.
Salah satu warga Teluk Wondama, Leo Wiyai mengaku bangga lantaran Nama daerahnya digunakan untuk nama kapal perang TNI Angkatan Laut. Sehingga meskipun dikukuhkan di wilayah yang jauh, dirinya bersama masyarakat adat tetap datang, meskipun tidur di dalam kapal perang dirinya merasa sangat bangga.
“Harapan kami, lebih aman dan indah lagi. Anak-anak dan cucu kami juga harus berjuang untuk Negeri dan bangsa ini. Semoga anak-anak kami juga bisa bergabung menjadi TNI. Karena nama Kabupaten Teluk Wondama sudah tertulis diatas Kapal Perang, nama yang indah dan mewah. Terima kasih untuk pemerintah,”pungkasnya.
Hadir dalam pengukuhan KRI Wondama-527, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si, rombongan Panglima TNI terlihat KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurahman, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M, serta mantan Pangko Armada 3 yang saat ini menjadi Asisten Operasi KSAL Laksda Dadi Hartanto, Pangkoarmada III, Laksamana Muda TNI Irvansyah, Pj. Gubernur Papua Barat Daya, Dr. Drs. Mohammad Musa’ad,M.Si berserta jajaran Forkopimda. (juh)















