SORONG– Korban meninggal akibat luka bakar dalam kejadian kebakaran di Kompleks Posyandu Rufei bertambah kini jadi 5 orang. Informasi bertambahnya jumlah korban meninggal diperoleh dari keluarga yang menginformasikan kepada warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), bahwa tadi malam, korban meninggal dunia bertambah dua orang yakni Nurhayati (50) dan Wahida (30).
Hingga pagi ini (Jumat. 31/5), korban luka bakar yang meninggal dunia ada 5 orang yakni Rafan (3), Hj Rohani (56), Jaelani (4), Nurhayati (50) dan Wahidah (30). Rencana korban akan dimakamkan di TPU Rufei pagi ini pukul 09.00 Wit . Sebelumnya korban luka bakar yang diduga akibat selang tabung gas bocor hingga menimbulkan kebakaran mengakibatkan 9 korban mengalami luka bakar. Selain di RSUD JP Wanane, Km 22, korban luka bakar dirawat di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong.

Mendengar bertambahnya korban meninggal dunia, ucapan duka cita mendalam dari segenap warga KKSS pun disampaikan warga pagi ini di WAG grup KKSS.Sebelumnya, Ketua BPW KKSS Papua Barat Daya H. Muhammad Said didampingi Sekretaris BPW KKSS Andi Maddukelleng dan Ketua Pa’mae (perkumpulan anak muda Maros) M. Rizal melayat ke rumah duka, korban meninggal Rohani (56).
Kepada keluarga korban, H. Said menyampaikan duka cita yang mendalam dan mendoakan korban yang meninggal dunia husnul khotimah dan keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Seperti dituturkan oleh keluarga korban kepada pengurus BPW KKSS yang melayat, Andi Maddukelleng mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia Rohani merupakan ibunda dari keluarga yang mengontrak rumah milik H. Darwis di Kompleks Posyandu Rufei Kota Sorong.
Malam itu Rabu (29/5) sekitar pukul 20.30 Wit Wit,beserta keluarga yang lain- disebutkan ada 3 keluarga- sedang berkumpul untuk makan-makan bersama. Saat akan masak, kompor minyak tanah yang akan dipakai untuk masak diletakkan di dekat tabung gas. Penyebabnya diduga ada ada dua versi, selang gas yang bocor atau katup tabung gas yang tidak rapat (namun dari keterangan Kapolres Sorong Kota diduga selang gas bocor) akhirnya diduga nyala api dari kompor minyak tanah bergesekan dengan gas yang bocor hingga menimbulkan percikan api dan tabung gas meledak.
“Bukan kompor gas yang mau dipakai untuk masak, tapi kompor minyak tanah yang letaknya di dekat tabung gas. Kemungkinan ada gas yang bocor atau katup tabung ada yang terbuka dan selama ini tidak diketahui disitulah yang menimbulkan percikan api,”tutur Andi Maddukelleng. Dari percikan api yang langsung membesar diikuti bunyi ledakan dari tabung gas mengakibatkan 9 korban yang ada di lantai bawah mengalami luka bakar. “Ada anak pemilik rumah yang lagi di lantai atas itu selamat, Sedangkan ibu yang finggal di rumah itu saat kejadian lagi keluar, yang meninggal itu mamanya,“tutur Andi Maddukelleng. Pagi ini,(Jumat, 31/5) pengurus BPW KKSS akan mengantar jenasah korban ke pemakaman umum di Rufei, Kota Sorong. (ros)













