WAISAI – Sejumlah komunitas dan organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Raja Ampat (R4) Peduli, turun ke jalan melakukan penggalangan donasi bagi korban bencana banjir dan tanah lonsor yang melanda warga di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya, Provinsi Papua sejak 7 Januari 2022 lalu.
Penggalangan dana tersebut dilakukan selama tiga hari dipusatkan di kawasan depan Pantai WTC, di Pasar Mbilin Kayam maupun di depan Pos Lantas. Dalam aksi penggalangan donasi itu terlihat dilengkapi, pengeras suara, spanduk, dan beberapa karton yang dibalut anyaman tas noken.
Koordinator aksi penggalangan dana, Wolter Gaman, S.S kepada Radar Sorong, menyatakan, aksi penggalangan donasi yang dilakukan koalisi masyarakat Raja Ampat peduli selama tiga hari lalu merupakan aksi murni kepedulian antar sesama manusia. Terutama terhadap korban bencana banjir dan tanah lonsor yang beberapa waktu lalu menimpa warga di wilayah Jayapura Papua.
“Masyarakat di sana (Jayapura) adalah bagian dari kami, dan mereka (korban) pun sama seperti kita sesama manusia yang selayaknya saling membantu, duka mereka adalah duka kami juga,” tuturnya.
Wolter mengaku, dengan adanya rasa kepedulian, maka merasa terpanggil selayaknya sesama umat manusia untuk melakukan aksi penggalangan donasi dengan turun bersama di jalan. Aksi ini melibatkan beberapa komunitas ataupun organisasi yang berada diwilayah Raja Ampat khususnya di Kota Waisai yakni, Forum Intelektual Suku Maya (FISM), Papua Muda Inspiratif, Mama Noken, Yayasan MARA, Brigade 98, AKJM, GRD dan Projo.
Aksi penggalangan yang dilakukan selama tiga hari itu, berhasil mengumpulkan donasi total Rp.9000.000. Donasi yang terkumpul lansung dikirimkan melalui rekening BRI atas nama Yayasan Papua Muda Inspiratif (YPMI) dengan nomor 0426-01-000507-56-3. Perlu diketahui bahwa, YPMI sendiri dikoordinir oleh Saudara Billy Mambasar dan kawan-kawan.
“Donasi yang terkumpul sudah disalurkan ke rekening BRI milik Yayasan Papua Muda Inspiratif nanti mereka (YPMI) bantu melanjutkan donasi tersebut lansung kepada korban bencana banjir dan tanah lonsor di Jayapura,” jelasnya. (hjw)













