Wakil Sekretaris BPW KKSS Papua Barat Daya Kunjungi Korban Luka Bakar di RSUD Sele Be Solu
SORONG– Keluarga besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS ) Provinsi Papua Barat Daya berduka . Korban jiwa dalam kejadian naas yang menghanguskan 1 unit rumah kontrakan di Kompleks Posyandu Rufei , Kota Sorong bertambah jadi 2 orang.
Sebelumnya, dalam kejadian selang tabung gas bocor hingga meledak pada Rabu malam (29/5) mengakibatkan 1 orang anak Balita (3) meninggal dunia , dan 8 oang yang mengalami luka bakar dirawat di RSUD JP Wanane Km 22 dan di RSUD Sele Be Solu. Namun Kamis siang in (30/5) korban luka bakar yang dirawat di RSUD JP Wanane Km 22 , Hj Rohana (22) dilaporkan meninggal dunia .
Korban luka bakar yang satu keluarga itu adalah warga Maros KKKS. Atas musibah ini, Wakil Sekretaris BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya, Ismail dan sejumlah pengurus langsung mengunjungi korban yang dirawat di RS Sele Be Solu. Selain itu, list sumbangan juga bereda di WAG BPW KKSS, IWSS dan pilar KKMP Bone.
Atas kejadian ini, Ketua BPW KKSS Papua Barat Daya , H. Muhammad Said menyampaikan duka cita yang mendalam. Dan mendoakan keluarga yang mengalami musibah ini diberikan ketabahan oleh Allah SWT.

Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Happy Yudianto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Kapolresta mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait insiden itu. Namun dugaan sementara disebabkan selang pada tabung gas bocor.
“Iya benar, ada 9 orang korban kebakaran. Dugaan sementara karena selang bocor,” jelasnya kepada Radar Sorong, Kamis (30/5). Peristiwa itu terjadi di RT 03/RW 01, kompleks Posyandu, Rufei, Kota Sorong pada Rabu malam (29/5) sekitar pukul 20.30 WIT. Salah satu tetangga korban, Basreyati menjelaskan warga awalnya kagetk dengan bunyi ledakan dari kontrakan korban. Ketika akan diperiksa, tiba-tiba para korban lari keluar yang disusul dengan api.
“Awal mulanya, kita pikir bunyi guntur, karena meledak begitu. Tapi ketika keluar dari rumah saya kira plafon roboh karena anak-anak korban sudah lari keluar (rumah) sambil menangis. Jadi saya keluar, lihat api juga keluar dari rumah korban,” tuturnya. Sontak dia kemudian berteriak meminta tolong. Beruntung warga setempat sigap menolong dengan memadamkan api menggunakan pasir dan air. Namun, korban yang berjumlah 9 orang itu mengalami luka bakar yang cukup parah.
“Saya juga lari berteriak minta tolong lalu orang-orang datang padamkan api pakai pasir dan air juga didalam itu. Api itu padam cepat juga, tidak sampai 2 jam karena banyak orang. Ada orang didalam (rumah), mereka didalam ini ada 3 keluarga yaitu ada 9 orang. 4 orang dewasa dan 5 anak kecil,” ungkapnya.
Basreyati membeberkan 9 orang yang mengalami luka bakar itu kemudian dievakuasi ke dua rumah sakit yakni RSUD Sele Be Solu dan RSUD Dr. J.P Wanane Km 22, Kabupaten Sorong. Sayangnya, 1 orang yang merupakan balita berusia 3 tahun dilaporkan meninggal pagi tadi.”1 orang meninggal dunia anak usia 3 tahun. Satu korban tidak terlalu parah, sudah pulang,” pungkasnya. (rin)













