DOGIYAI – Balita berinisial NG (5) tewas dilindas truk memicu kerusuhan di Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah. Warga dan keluarga balita itu marah sehingga melakukan pembakaran pada empat titik di Dogiyai. Insiden balita tewas ditabrak tersebut terjadi di Kampung Ikebo Distrik Kamu Kabupaten Dogiyai, Sabtu (12/11) sekitar pukul 14.30 WIT. Massa yang emosinya sudah tak terkendali membacok sopir truk dan membakar kantor-kantor pemerintahan.
Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D Tatiratu mengatakan balita malang itu dilindas truk yang sedang berjalan mundur. Menurut Samuel, sopir truk itu tak menyadari ada korban di belakang kendaraannya. “Sopir truk mundur dan tak melihat adanya seorang anak kecil di belakangnya. Lalu anak kecil itu terlindas dan informasinya meninggal dunia,” ujar Samuel seperti dikutip dari detikcom. Insiden tersebut kemudian membuat emosi warga dan keluarga korban terpancing melakukan aksi yang berujung kerusuhan.
Sasaran kemarahan massa yang pertama adalah sopir truk tersebut. Sang sopir dibacok oleh massa. Samuel mengatakan sudah menjadi kebiasaan warga di Dogiyai untuk bermain hakim sendiri saat ada kasus kecelakaan lalu lintas. “Kebiasaan masyarakat di Dogiyai itu langsung main massa. Jadi sopirnya informasinya dibacok,” tutur Samuel.
Polisi langsung melakukan evakuasi begitu menyadari sopir truk tersebut menjadi sasaran kemarahan massa. Namun aksi polisi memicu kemarahan massa karena mereka bermaksud menghakimi sopir tersebut. Massa akhirnya menyerang Polres dan meminta sopir truk itu diserahkan. Beruntung aksi massa dapat diredam aparat kepolisian. “Setelah diamankan massa datang dan mencoba untuk merangsek maju. Namun karena kekuatan personel kita kuat itu tak berhasil,” imbuhnya.
Samuel juga terpaksa mengaku bahwa pihaknya tak sempat mengamankan sopir truk tersebut. Ini dilakukan agar amarah massa tak menyasar kantor polisi. “Kita sampaikan pelaku yang menabrak tak sempat kami amankan. Karena kalau kita sampaikan kita amankan, maka massa akan bentrok dengan anggota,” katanya.

Meski sempat membacok sopir truk, amarah massa tak serta merta mereda. Mereka yang tak puas beralih melakukan penyerangan di sejumlah titik. Massa dilaporkan awalnya hendak melakukan pembakaran di Pasar Ikebo, namun segera dihalau petugas dengan tembakan gas air mata. Akibatnya massa membakar satu unit rumah hingga dua unit truk. “Warga yang melihat kecelakaan itu melakukan penyerangan terhadap sopir dan membakar 1 unit rumah 4 pintu di arah Kampung Mauwa dan 2 unit kendaraan truk,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangannya. Polisi sempat meredakan kerusuhan pada Sabtu sore hari di Dogiyai. Namun rupanya massa kembali beraksi pada malam hari. Massa dilaporkan kembali melakukan aksi pembakaran di sejumlah titik. Polisi pun kembali diterjunkan untuk menghalau massa.
Gejolak massa kemudian kembali diredam hingga Minggu (13/11) pagi. Hanya saja tetap saja ada sejumlah bangunan yang dibakar massa. Kombes Kamal mengungkapkan kerusuhan pada malam hari membuat massa membakar enam gedung kantor pemerintahan. Hal tersebut diketahui setelah aparat melakukan patroli pada Minggu (13/11) pagi. “Dari pantauan aparat gabungan yang melakukan patroli terdapat 6 bangunan pemerintahan di Jalan Trans Nabire-Enarotali arah Kampung Ekimanida yang dibakar,” ujar Kombes Kamal. Keenam kantor pemerintahan yang dibakar tersebut adalah Kantor BPKAD, Kantor Dinas Pendidikan, Kantor Keuangan, Kantor Inspektorat, Kantor Lingkungan Hidup dan Kantor Dukcapil.
Kendati demikian, Kamal menegaskan situasi kembali kondusif. Dia mengatakan aparat keamanan rutin patroli jalan kaki sembari memantau kerusakan akibat aksi anarkis massa. “Kami masih menunggu situasi benar-benar kondusif untuk segera dilakukan pendataan kerugian materil dan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, serta olah TKP oleh Satreskrim Polres Dogiyai,” tandasnya.
Kerusuhan di Dogiyai tak hanya menyebabkan 6 kantor pemerintah dibakar. Empat orang warga setempat juga dilaporkan hilang seiring dengan kerusuhan ini. Korban hilang adalah seorang pria dewasa. Kemudian tiga korban hilang lainnya merupakan seorang ibu bersama dua orang anaknya. “Ada 4 orang yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, yakni seorang warga pria dewasa dan seorang ibu bersama 2 anaknya juga belum ditahu keberadaannya,” ujar Kombes Kamal.
Polisi meningkatkan pengamanan imbas kerusuhan Dogiyai. Sebanyak 2 Satuan Setingkat Peleton (SST) personel Polri dikirim ke lokasi kerusuhan. Kamal mengatakan 2 SST Polri dikirimkan untuk membantu pengamanan pascapembakaran di Dogiyai. Diketahui massa membakar 13 bangunan termasuk kantor di 4 titik berbeda. “Personel Brimob tersebut menuju Kabupaten Dogiyai menggunakan 2 truk kemudian langsung mengisi titik-titik pengamanan,” ujar Kombes Kamal.
Terkait kerusuhan ini, pihak kepolisian akan membentuk tim investigasi untuk mengungkap pelaku penyebab tindakan anarkis oleh massa tersebut. Sebagaimana diketahui, kerusuhan dipicu anak berusia 5 yang tewas dilindas truk. Kerusuhan bermula dari massa melakukan aksi anarkis dan menyerang sopir. Warga juga membakar beberapa rumah dan 2 unit truk di Kabupaten Dogiyai. “Dari kejadian penyerangan itu, 1 orang mengalami luka bacok dan 2 anggota polisi yang saat itu bertugas menghalau massa ikut menjadi korban,” ucapnya.
Saat ini, sopir truk itu telah diamankan pihak kepolisian di Polres Dogiyai. Sedangkan para korban masih berada di Polres Dogiyai belum bisa dievakuasi ke RSUD Nabire karena akses jalan diputus dan dipalang oleh masyarakat. “Pejabat utama Polda Papua sudah dikirim ke Kabupaten Dogiyai untuk membantu proses penegakan hukum. Selain itu 2 SST dari Polres Nabire tadi pagi telah berangkat ke Dogiyai untuk penebalan,” tambahnya.
Kamal mengimbau kepada masyarakat untuk menyerahkan kasus kecelakaan lalu lintas ini ke penyidik kepolisian. “Kita mengimbau agar proses hukum terkait laka lantas untuk diserahkan ke penyidik Polri dan tidak ada kekerasan lagi baik terhadap orang maupun barang, karena hal ini tentu akan mengganggu pembangunan di Dogiyai dari segala aspek,” imbaunya.
Situasi di Dogiyai saat ini disebut sudah berangsur-angsur aman. Hal itu terjadi setelah dilakukan pengamanan yang ketat oleh aparat kepolisian yang dibantu personel TNI setempat. “Dari kemarin hingga hari ini aparat masih terus melakukan pemantauan serta pengamanan di seluruh tempat kejadian,” ujarnya.
Kamal mengatakan polisi bersama beberapa masyarakat juga saling membantu mengamankan barang-barang berharga yang tersisa dari peristiwa kemarin. “Hingga saat ini masih banyak masyarakat kurang lebih sekitar 400 an yang secara bergiliran menunggu truk untuk sementara mengamankan diri di Kabupaten Nabire,” ungkapnya. Kamal menceritakan para korban luka dari anggota Kepolisian maupun masyarakat akibat peristiwa kemarin telah diberangkatkan menuju Kabupaten Nabire menggunakan pesawat sekitar pukul 08.30 WIT pagi tadi. Kini semua korban telah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Nabire. “Ada satu korban atas nama Ikbal merupakan penjaga kios diduga hilang dan saat ini masih dalam pencarian oleh kepolisian,” sebutnya. (hmw/asm/ata/detikcom)















