Majelis Taklim Al Muizz KPR Cenderawasih Kunjungi Korban Kebakaran

SORONG- Pasca kebakaran di KPR Cendrawasih Aimas Unit 1 Sabtu lalu (26/8), pagi tadi (Selasa, 29/8) dengan didampingi Ketua RT 25 M.Rizal, SH, aparat dari Kelurahan Malawili dan Distrik Aimas meninjau TKP (tempat kejadian perkara) mendata kerugian yang dialami para korban.
Bukan hanya di rumah blok F8 ( sumber api), kebakaran juga berdampak pada beberapa tetangga di dekatnya. Berdasarkan data kerugian yang dilaporkan ke aparat setempat, kerugian yang dialami korban kebakaran mencapai ratusan juta rupiah.
Pemilik rumah F8, Muhammad Ainur Rofiq
yang rumahnya ditempati keluarga Fernando Agus Setiawan Pane mengalami kerugian Rp 600 juta. Sementara Budi Sulistio yang rumahnya terdampak kebakaran mengalami kerugian materi Rp 200 juta.
Selain itu juga dilaporkan beberapa tetangga lainnya yang terdampak kebakaran yakni Indah Puspita Riana mengalami kerugian Rp 28 juta, Jafri Sastra Rp 3 juta dan Hasan Sasmita kerugian materi Rp 2 juta.
Sementara itu,sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kebakaran, Majelis Taqlim (MT) Al Muizz KPR Cenderawasih Green Park Aimas mengunjungi 2 korban kebakaran di KPR Cenderawasih yakni bu Susanti dan mama Kevin.
Kunjungan pertama dilaksanakan saat usai mengikuti pengajian rutin, Minggu (27/8) lalu dengan mendatangi bu Susanti yang rumahnya (terutama bagian atap) juga ikut terbakar.
Saat menerima kedatangan ibu-ibu MT Al Muizz KPR Cenderawasih , awalnya Susanti tampak tegar, namun saat ibu-ibu pengajian menyalaminya satu persatu dengan memberikan dukungan dan mendoakan agar bu Susanti dan keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah kebakaran ini, wanita yang sehari-hari guru di SMKN 1 Aimas itupun tak kuasa membendung isak tangisnya. Meski harta bendanya masih bisa diselamatkan, namun semua basah karena terkena semprotan air dari mobil water cannon dan mobil tangki air- saat dilakukan upaya pemadaman- .
Kepada ibu-ibu pengajian, istri dari Budi Sulistio itu pun mengisahkan kembali kejadian pilu kebakaran Sabtu Sore itu.
Dalam penuturannya, Susanti yang juga
anggota Persit KCK mengatakan,awalnya ia mencium seperti ada bau gosong. Karena Ia tidak lagi memasak maka bau gosong itu pun Ia yakin bukan di rumahnya. Setelah mencium bau gosong, Ia mendengar bunyi ledakan. Ternyata nyala api sudah membesar di rumah F8 (samping rumahnya).
Saat kebakaran terjadi Susanti hanya berpikir keselamatan Ia dengan keluarganya. Semuanya berlangsung begitu cepat. Buntut kebakaran, rumahnya yang belum bisa ditempati membuat Susanti bersama suami dan 2 orang anaknya tinggal sementara di salah satu rumah yang kosong di blok E KPR Cendrawasih.
Setelah mengunjungi Susanti, Pengurus MT Al Muiz KPR Cenderawasih juga mengunjungi korban kebakaran yang tinggal di blok F8, Mama Kevin.
Karena sumber api dari rumah F8, semua barang mama Kevin terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan. Hingga kini, mama Kevin (istri dari Fernando) mengungsi ke rumah adiknya di perumahan GGT Unit 2 Aimas.
Kepada pengurus MT Al Muizz KPR Cenderawasih, mama Kevin menuturkan, saat kejadian, Ia bersama kedua anaknya lagi di kamar.
Rencananya setelah suaminya yang karyawan swasta pulang kantor, Ia akan membawa anak-anaknya ke SP menikmati kuliner. Namun ternyata Allah berkehendak lain, rumah kontrakan yang ditempati diamuk si Jago Merah.
Keluar dari kamar, mama Kevin panik melihat nyala api dan kepulan asap sudah penuh di rumahnya. Dengan tangan gemeter Ia membuka grendel.pintu rumah dan berupaya minta tolong ke tetangganya.
Namun nyala api begitu cepat, tak ada yang bisa diselamatkan, Ia dan dua anaknya keluar dari rumah hanya dengan pakaian yang melekat di badan.
“Hanya HP yang saya memang pegang saat di kamar ini yang selamat. HP anak-anak semua terbakar;”tuturnya.
Bukan hanya rumah yang terbakar, api yang begitu cepat juga menghanguskan 3 motor yang terparkir di rumahnya.
Mama Kevin sendiri belum tahu pasti sumber api itu dari mana, apakah dari cok-kan kulkas atau dari kabel di atap rumahnya yang koslet . Menurutnya percikan api itu dari atap rumah turun ke bawah.
Ia menampik jika dikatakan sumber api dari kompor minyak tanah yang dia pakai masak air. Karena rencana mau bepergian , hari itu tidak ada aktifitas di dapur.
“Kalau saya masak air panas itu bukan di
kompor tapi biasa di teko. Dan anak- anak juga tidak pernah mandi pakai air panas,” tandasnya. Karena lagi hamil muda, Ia yang biasa berbisnis , menjual aneka kebutuhan mengaku kini tidak banyak beraktifitas.
Sebelum.musibah kebakaran, mama Kevin mengatakan tidak merasa ada firasat buruk padanya. Wanita Jawa Cina itu hanya mengamati kucing peliharaanya bertingkah aneh dengan berteriak “meong-meong”terus .
Selain itu, berapa hari mama Kevin merasa telinga kirinya berdengung terus, sampai Ia pun hanya bisa berdoa kepada Yang Kuasa.
Atas bantuan donasi dari ibu-ibu pengajian MT Al Muizz KPR Cenderawasih,.mama Kevin yang masih terlihat lesu menyampaikan terima kasih . (ros)













