Tak Terima Ditegur, Ponakan Tombak Paman hingga Tewas
SORONG – Kapolres Sorong Kota, AKBP Johannes Kindangen,S,IK,MSi mendatangi rumah korban penganiayaan berinisial EW, Sabtu (23/4). EW merupakan korban penganiayaan oleh keponakannya berinisial MM yang terjadi pada Jumat (22/4) dini hari di sekitar Pasar Boswesen. Kedatangan Kapolres Sorong Kota AKBP Johannes Kindangen didampingi Kabag Ops Kompol Edwwar M. Pandjaitan,S.IK, Kasat Reskrim Iptu Achmad Elsyarif M,S,IK dan Kapolsek Sorong Barat Iptu Danny Arrizal Saputra,S.Tr.K, untuk berbelasungkawa atas meninggalnya EW.
EW memiliki 2 orang anak laki-laki yang menjadi anggota Kepolisian yaitu Briptu Natalius Waromi dan Briptu Marten Luter Waromi yang bertugas di Kesatuan Batalyon A Satbrimob Polda Papua Barat. “Kami datang kesini turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian ini, dan mendoakan almarhum mendapat tempat di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Percayakan kepada kami, penanganan kasus ini akan transparan dan sesuai dengan perundangan yang berlaku,” kata Kapolres Sorong Kota. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyerahkan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Kapolsek Sorong Barat Iptu Danny Arrizal Saputra,S.Tr.K menambahkan, tim opsnalnya yang di back-up personel Intelmob (Intel Brimob Yon B Pelopor Sorong), berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. “Terduga pelaku adalah MM alias S, 24 tahun, laki laki beralamatkan di Boswesen Kota Sorong,” tuturnya.
Dikatakan, usaha Tim Opsnal Polsek Sorbar dan Intelmob tidaklah mudah, karena setelah kejadian pelaku langsung melarikan diri dan bersembunyi. Pagi harinya tim berhasil menemukan barang bukti tombak di dekat kandang babi milik pelaku. Sekitar pukul 16.00 WIT, Ps. Kanit Reskrim Polsek Sorbar Aiptu Mashuri dan tim, menerima informasi keberadaan pelaku di sekitar Wihara. Saat dilakukan penggerebekan, pelaku berhasil melarikan diri. Namun pada pukul 19.45 WIT, pelaku berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Sorong Kota.
Kapolsek Sorbar mengatakan, bertempat di Pasar ikan Boswezen telah terjadi penganiayaan (penikaman) yang mengakibatkan korban EW (58), meninggal dunia. “Kronologis awalnya sekitar pukul 02.00 WIT, pelaku MM dan adiknya KM berkelahi, kemudian korban datang melerai. Karena tidak terima ditegur, pelaku MM pulang ke rumah mengambil tombak babi kemudian kembali ke TKP awal langsung menombak ke arah korban dan mengenai perut sebelah kiri,” terangnya.
Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak bisa tertolong karena kehabisan darah di tempat kejadian. “Sampai saat ini situasi kondusif. Walaupun pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga, namun kita masih antisipasi perubahan sitkamtibmas wilayah,” pungkas Kapolsek Sorbar. (juh)















