SORONG- Perhelatan Piala Dunia Qatar 2022 merupakan momen akbar yang ditunggu-tunggu untuk mengais rejeki.guna meningkatkan ekonomi keluarga.
Hal tersebut dirasakan oleh Gerinius (25), putra Asli Papua yang berjualan pernak-pernik Piala Dunia di depan Fave Hotel samping Jalan Basuki Rahmat, Km 8.
Dengan hanya bermodalkan Rp 5.000.000 , Gerninius sudah meraup omset hingga jutaan rupiah dengan berjualan aneka pernak-pernik Piala Dunia berupa baju bola, syal, topi hingga bendera dengan harga bervariasi.

Gerinius menjelaskan kegjatan jual-beli pernah-pernik baru kali pertama Ia lakukan. Hanya dengan bermodalkan Rp 5.000.000, Gerinius dapat memesan pernak-pernik Piala dunia langsung dari Jakarta. Diakui Gerinius dirinya mulai berjualan pernak-pernik 1 minggu sebelum pelaksanaan Piala dunia. Dimana pernak-pernik yang ia jual berupa baju, topi, syal, dan bendera.
“Kisaran harga untuk baju Rp 120. 000, topi Rp 100.000, bendera mulai harga Rp 150.000 hingga Rp 200.000 bahkan bendera yang ukuran besar mencapai Rp 500.000. Saya jualan dari pukul 08.00 Wit hingga 23.00 Wit,”jelasnya kepada Radar Sorong, Rabu (23/11).
Diakui Gerinius animo konsumen cukup baik, dan rata-rata konsumen menyukai atribut Brazil, Argentina dan Jerman.
Salah satu konsumen, Jefri N. Kewetari (Wakil Ketua DPR Sorong Selatan) sempat singgah dan membeli dua baju untuk anaknya. Jefri mengatakan, kedua anaknya menyukai sepak bola dimana anak pertamanya mengidolakan Brazil sementara anak keduanya mengidolakan Argentina.
“Tapi kalau saya, saya pilih Belanda. Meski, semua negara memiliki potensi yang sama, namun khususnya Papua cenderung memilih Belanda sebab memiliki nilai emosional. Dimana sebagai negara yang pernah sama-sama dengan rakyat Papua,”ungkapnya.
Jefri berharap dengan adanya sepak bola ini dapat memberikan sesuatu yang baik untuk generasi Papua, agar kedepannya generasi Papua mempunyai mental dan kecintaan terhadap olahraga sehingga mengurangi hal-hal negatif seperti miras dan lain sebagainya.
“Tadi, saya beli dua baju kakaknya minta Argentina dan anak yang kecil pilih Brazil, dan juga saya beli bendera,”ujarnya.
Diakui Jefri dirinya sangat merasa bangga karena membeli atribut Bola dari anak Papua. Imi, sambung Jefri fenomena yang sangat baik sekali. Jefri berharap kedepannya hal-hal seperti ini selalu di dominasi anak-anak Papua.
“Sehingga, mereka tidak jadi penonton namun terlibat langsung menjadi pelaku ekonomi. Saya tergerak hati lihat dan turun beli. Ini juga sebagai motivasi bagi anak Papua agar mereka lebih bersemangat, bukan masalah harganya. Kami berharap pemerintah juga ikut melihat, dan jika memang kedepan bisa membantu dan memberi dukungan,”pungkasnya.(juh)











