Di daerah lain, saat tinggi-tingginya penyebaran Covid-19, Jokowi mengaku melihat bagaimana kondisi di Pulau Jawa dimana hampir setiap hari mobil ambulance membawa korban positif Covid-19, seperti yang beberapa waktu lalu terjadi di Kudus, Bangkalan, saat masuknya varian delta dari India. Dan kondisi ini diharapkan tidak terjadi lagi.
Di Papua Barat, Jokowi mengatakan, meski kasusnya sempat naik, namun Pemprov Papua Barat telah berhasil menekan hingga kasus harian pun semakin turun. Dalam perkembangan kasus aktif Covid-19 di Papua Barat, pada 16 Juli 2021 tercatat ada 4.217 kasus kemudian 3 Oktober lalu, kasus Covid 19 turun drastis tinggal 87 kasus/hari. Dengan keberhasilan menurunkan angka kasus Covid-19, Jokowi minta agar jangan lengah, tetap waspada. “Ini segera dihabiskan. tinggal 87, selesaikan, vaksinasi dipercepat,”pesan Jokowi.
Selain pertemuan secara langsung, pengarahan Presiden RI kepada Forkopimda juga berlangsung secara virtual yang diiikuti pejabat di Kabupaten Manokwari, Kaimana, Kabupaten Raja Ampat, dan Polres Sorong . Sementara pejabat Forkopimda yang hadir di Gedung Lambert Jitmau, yakni Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, Pangdam XVII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, SE . M.Tr (Han), Pangkoarmada III Laksda TNI Irvansyah, SH CHRMP. M.Tr Opsla dan Kajati Papua Dr Wilhelmus Lingitubun, SH MH.
Selain tuan rumah, Wali Kota Drs Ec Lambert Jitmau, MM, juga hadir Bupati Maybrat, Dr Bernard Sagrim, MM dan sejumlah pejabat se-Papua Barat lainnya. Kepada Forkopimda, Presiden Jokowi mengingatkan untuk terus bekerja keras, menurunkan kasus harian dengan mempercepat vaksinasi. Jokowi lebih lanjut mengatakan, dalam menyelesaikan masalah Covid-19, kuncinya adalah kecepatan vaksinasi. Dengan vaksinasi mengurangi angka kematian. Selain itu yang patut disyukuri adalah Papua Barat memiliki stok obat yang melimpah, seperti multivitamin yang mencapai angka 10.528 %. “Capaian vaksinasi agar dikejar. Mumpung kasusnya rendah. Saya lihat masyarakat, pelajar sangat antusias, dari masyarakat, pelajar untuk ikut vaksin,”tandas Jokowi.
Belajar dari pengalaman negara India dimana India pernah mencapai kasus Covid-10. 54.000/Hari kemudian turun jadi 9.000 /hari, setelah melakukan lockdown. Karena itulah Indonesia memberlakukan PPKM . Tapi di India ketika kasusnya sudah turun jadi 9.000, ada varian delta, melompat langsung dan tanpa ada rem sama sekali jadi 414.000 lebih kasus/hari . Karena itu meski Covid-19 telah melandai, Presiden Jokowi mengingatkan untuk tetap waspada dengan mematuhi protokol kesehatan.
Terhadap upaya dan kerja keras yang dilakukan Pemda, jajaran TNI dan Polri serta pihak terkait lainnya dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di Papua Barat, Jokowi pun memberikan apreseasi dan kembali mengingatkan agar vaksinasi tetap menjadi perhatian. “Angka-angka yang disampaikan pak Gubernur PB bagus sekali dan saya sangat terima kasih sekali, kasusnya Alhamdulillah sangat sedikit, segera dihabiskan. Kasusnya juga kecil, vaksinasi dipercepat. Saya tekankan, jangan ada stok vaksin, ada barang langsung suntikan, ada barang suntikan. Entah dosis 1 ka dosis 2 suntikan sebanyak-banyaknya. Karena dosis 1 juga besar mengurangi 58% dari penyebaran covid,”tandas Jokowi.

“Yang bisa disimpulkan adalah vaksinasi sangat mengurangi tingkat kematian, seperti kasus di Inggris dan negara-negara lain. Sehingga saya tekankan kepada para bupati walikota, gubernur, TNI Polri, Kajati agar kecepatan vaksinasi, mumpung kasusnya rendah,”pesan Jokowi .
Usai memberikan arahan, Presiden Jokowi dan rombongan beristirahat sejenak, sholat dan makan siang kemudian bergerak menuju Bandara DEO untuk kembali ke Jakarta. Saat keluar dari Kantor Walikota, Iring-iringan kendaraan disambut warga yang berkerumun di jalan raya untuk menyaksikan Presiden Jokowi dari dekat. “Pak Jokowi… Presiden yang paling banyak datang ke Papua,”teriak salah satu pegawai Pemkot seraya melambaikan tangannya kepada Jokowi. (ros)












