BONE- Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Jusuf Kalla (JK) geram melihat kondisi jalan yang banyak berlubang saat pulang ke kampung halamannya (pulkam) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
JK mengaku akan menghubungi Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono untuk meminta segera diperbaiki.
“Ada jalan yang berlubang-lubang yang membuat kita bergoyang-goyang. Pak Bupati (Bone) bilang ini bukan jalan kabupaten, tapi jalan negara,” kata JK saat memberi sambutan di Masjid Raya Bukaka, Bone, Kamis (15/12/2022).
“Besok saya telepon menteri PU kenapa begini. Kalau mantan Wapres banyak temannya,” sambungnya, sambil berkelakar.
JK merasakan langsung kondisi jalan tersebut saat dirinya melakukan perjalanan darat dari Makassar menuju ke kampung halamannya, Bone. Untuk diketahui, JK hadir untuk meresmikan perluasan Masjid Raya Bukaka, meresmikan jembatan gantung Desa Polewali Kajuara yang pernah runtuh, dan meresmikan Showroom Kalla Toyota Bone.
Awalnya JK rencananya akan menggunakan pesawat Susi Air LET410 untuk terbang dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara Arung Palakka di Bone. Namun tiba-tiba pesawatnya mengalami kendala. Sehingga JK dan rombongan memilih menggunakan jalur darat rute Jalan Poros Camba, Maros-Bone.
“Maafkan saya telat, saya ingin mencoba naik pesawat dari Makassar ke Bone, eh pesawatnya rusak. Terpaksa lewat darat, jalanannya berbelok-belok,” kata Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) tersebut.
Dulu Dijewer dan Diusir Marbut Masjid Bone.
Seperti diketahui, Jusuf Kalla hari ini meresmikan perluasan Masjid Raya Bukaka, Bone, Sulsel. Dalam sambutannya, JK mengenang masa kecilnya dulu dirinya diusir dan dijewer oleh marbut masjid.
“Ada pengalaman saat kelas 3 dan kelas 4 SD mau salat di masjid ini, datang paddoja (marbut) disuruh ka keluar,” kata JK saat memberikan sambutan di Masjid Raya Bukaka, Kamis (15/12/2022).
“Saat itu saya tidak pernah lupa, karena saya pernah dijewer oleh paddoja di sini,” sambung JK.
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu mengatakan, masjid ini mempunyai kenangan dan pembelajaran. JK dulu mengaji di Masjid Raya Bukaka dan selalu salat berjemaah dengan orang tua sejak kecil.
“Masjid ini bagi saya bukan saja tentang mengaji, melainkan tata tertib. Untuk itu kalau anak-anak ke masjid jangan pernah diusir keluar, kalau pun ribut dipisah saja,” sebutnya.
JK juga menuturkan hari ini sebenarnya bukan peresmian masjid raya, karena masjid raya sudah diresmikan sejak dulu. Hari ini hanya perluasan wilayah masjid yang diresmikan.
“Masjid ini diresmikan oleh Raja Bone Andi Mappanyukki. Saya undang Andi Muhammad (mantan Pangdam XIV Hasanuddin) sebagai keluarga pendiri masjid.
Pada tahun 1940 masjid ini diresmikan, saya hanya melanjutkan saja untuk perluasan saja,” ucapnya.
JK kemudian kembali mengenang dia meninggalkan Bone menuju Makassar mengikuti orang tua pada 1952. Menurut dua, saat itu Bone baru memiliki tiga masjid.
“Masjid dulu kita hanya sebut masjid baru, atau masjid tua. Sekarang alhamdulillah ada Masjid Agung, Masjid Songkok Recca. Itulah menunjukkan kemajuan keagamaan,” kata JK.
“Sebagai Ketua DMI apa yang diperhatikan banyaknya masjid di Indonesia. Saya perhatikan dari Makassar ke Watampone, setiap setengah kilo meter ada masjid.
Luar biasa. Dari Makassar ke Bone minimal 200 masjid.
Itu terjadi di mana-mana. Itu menandakan tingkat keimanan tinggi,” sambung JK (atm/asm/detik.Sulsel)













