Jalan-jalan ke Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur

Sampai ke Titik Nol, Lewati Puluhan Anak Tangga

Akhir-akhir ini, wisatawan lokal berbondong-bondong mendatangi Kalimantan Timur . Mereka bukan mencari spot-spot obyek wisata melainkan  ingin melihat dari dekat lokasi Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Baru Republik Indonesia. IKN  yang diberi nama nusantara memang jadi pusat perhatian. Meski sudah diresmikan sejak 2019 oleh Presiden Jokowi, namun sampai saat ini, masih  banyak warga Kalimantan Timur yang belum pernah ke sana. Malah  orang dari luar yang  sudah berkunjung ke sana. 

LAPORAN : NORMA FAUZIA MUHAMMAD

Nusantara terpilih menjadi nama Ibu Kota Negara (IKN) baru Indonesia sesuai dengan pilihan Presiden Jokowi. Ibu kota baru ini berlokasi di antara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lokasi tersebut menjadi titik nol pembangunan IKN dan titik lokasi.  Untuk diketahui, pada tahun 2019, Presiden Jokowi pernah mengungkapkan alasan dari pemilihan lokasi Nusantara ini. Pertimbangannya yakni, risiko bencana rendah, lokasinya strategis berada di tengah-tengah Indonesia, dan memiliki infrastruktur yang relatif lengkap. Selain itu, lokasi Nusantara juga disebut ideal karena berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda.

 Titik Nol IKN Nusantara akan menjadi koordinat referensi lokasi pembangunan infrastruktur IKN, Kantor-Kantor Pemerintahan menggantikan saat ini yang berada di ­Jakarta.

Nah, sebelum pengunjung melakukan perjalanan maka sebaiknya membaca aturan yang dibuat dalam bentuk pengumuman ketika berkunjung ke lokasi titik nol IKN Nusantara tersebut. Pengumuman berisi tentang DIBUKA UNTUK UMUM KAWASAN TITIK NOL IBU KOTA NUSANTARA, SETIAP HARI SABTU, MINGGU DAN HARI LIBUR NASIONAL. Diantaranya, Waktu buka pukul 08:00 WITA-16:00 WITA, harus malaporkan Identitas dan meninggalkan KTP di pos penjagaan, tidak boleh membawa makanan/minuman, kunjungan hanya berdurasi 1 jam lebih, pengunjung telah divaksin, prokes, parkir pada tempat yang disediakan, dan tidak merusak sarana prasarana.

  Kalau sudah siap taati aturan tersebut, maka pengunjung dipersembahkan masuk ke lokasi yang gratis tersebut. Nah, pada saat penulis berkunjung itu pada Hari Libur Nasional pada tanggal 1 Juni 2022, tepat Hari Lahir Pancasila gays. Untuk diketahui juga bahwa pada saat berkunjung penulis bersama 27 insan pers dari berbagai media cetak, online dan media elektronik yang merupakan pemenang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2021 untuk wilayah Timur Indonesia yakni Papua, Papua Barat dan Maluku, yang diajak oleh PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Papua-Maluku sebagai apresiasi atas kontribusi jurnalis dalam memberikan ruang publikasi bagi Pertamina Patra Niaga.

Area Manager Communication PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading, Edi Mangun, ditemui di Lokasi Titik Nol IKN, mengatakan bahwa tujuan dengan berkunjung ke Kalimantan Timur Karena distribusi BBM yang ada di Papua dan Maluku kan diambil 90% dari Pertamina Kilang RU V Balikpapan. Selain itu, ada lokasi titik nol pembangunan IKN Nusantara, yang dapat menambah pengalaman dan pengetahuan bagi para jurnalis khususnya yang berada di wilayah timur yakni Papua, Papua Barat dan Maluku.

 ”Selain distribusi BBM Papua-Maluku diambil dari sini. Ada juga project nasional yang menjadikan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Memang kita tidak menjadi bagian langsung, tapi paling tidak kita pernah ke sini ketika ’barang’ ini belum jadi. Karena pasti nilainya beda,” ungkapnya.

 Kemudian, untuk jarak waktu ketika dari Balikpapan ke Lokasi Titik Nol IKN Baru yang berada di antara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur tersebut harus menempuh 2 jam atau 90 km.  Jalan menuju IKN Nusantara cukup mulus, sehingga dapat memperlancar perjalanan pengunjung.   Meski jalan sudah mulus namun terasa sedikit berkelok-kelok sehingga pengunjung harus berhati-hati. Terlebih lagi bagi mereka yang biasa ”mabuk darat” harus ekstra sabar sih, dan disarankan menggunakan kendaraannya yang tidak menggunakan AC, tapi siap-siap ambil resiko karena beberapa titik jalan ada yang berdebu.

 Kalau pengunjung sudah dekat dengan lokasi, akan terlihat pepohonan yang unik. Semakin dekat lagi, pengunjung akan merasakan semilir angin yang bertiup dari sela-sela pepohonan. Namun, terik mentari sangat meresahkan karena panasnya seperti kita sedang berada di tengah lautan tanpa pepohonan. Heheh.

 Setibanya di sana, dari ujung jalan  terlihat para wisatawan sudah banyak yang berada di bangunan pendopo. Di sisi sebelah kiri, di bagian bawah lereng terlihat pula sejumlah wisatawan yang berbondong-bondong dan antre, hanya untuk melakukan foto bersama dan selfie. Kendati cuacanya  sangat terik saat itu.  Ada pula yang juga mengabadikan dengan merekam momen tersebut dengan video atau istilah jaman sekarang adalah nge-vlog, bahkan ada yang live streaming di media sosial milik mereka, sebagai rasa bangga mereka telah mencapai lokasi bersejarah tersebut.

Dari pantauan Radar Sorong, beberapa aparat keamanan baik TNI-Polri juga ditempatkan di lokasi tersebut guna menjaga keamanan lokasi milik negara tersebut dan kenyamanan para pengunjung. Bahkan ada pengunjung yang minta berpose dengan aparat tersebut.  Kemudian, tugu titik nol yang dimaksud itu adalah sebuah patok beton dengan tinggi sekitar 50 centimeter. Di bagian tengah lokasi Tugu titik nol, terlihat plakat logam dengan tulisan Titik Kontrol Geodesi dan tulisan peringatan agar benda atau tanda tersebut tak dirusak dan diganggu posisinya.

Menurut pengawas, Titik Geodesi adalah posisi di muka bumi yang ditandai dengan bentuk fisik tertentu yang dijadikan sebagai kerangka acuan posisi untuk Informasi Geospasial. Berdasarkan UU 4/2011 tentang Informasi Geospasial, hal tersebut menunjukkan data geospasial yang sudah diolah untuk menjadi alat bantu bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Data geospasial itu berisi tentang lokasi geografis, dimensi atau ukuran, dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi. Nah, lokasi Titik Nol atau titik kontrol geodesi itu harus dicapai dengan menuruni anak tangga dari arah pendopo atau lahan parkir di atasnya. Setidaknya ada 50 anak tangga yang dibangun untuk memudahkan wisatawan yang datang mengunjungi lokasi titik nol dari lahan parkir tersebut.

 Saat berada di area Titik Nol, lahan parkir yang dibuat itu beralaskan paving blok, dan area di sekitar tugu itu pun terpasang paving blok sebagai alas pijak. Sehingga pengunjung dapat bersantai ria mengabadikan momen tersebut dengan smartphone milik mereka masing-masing. Banyak spot yang bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung, selain di lokas tugu titik nol, ada juga di pendopo, dan di halaman parkiran, pengunjung bisa memanfaatkan latar belakang pepohonan yang tinggi menjulang yang terlihat indah. Ketika ada pengunjung yang tiba-tiba kebelet, maka di samping pendopo telah disediakan 4 bilik WC umum berwarna biru. Jadi jangan khawatir, karena lokasi tersebut berada di tengah hutan.

”Baguslah titik nol IKN ini kan lagi viral di medsos. Alhamdulillah tidak sia-sia datang ke sini selfie-selfie, bikin tiktok juga mbak biarmi panas. Karena saya dan keluarga kebetulan dari Makassar ji toh. Untuk datang ke sini kami butuh perjuangan. Kami sempat kesasar tapi karena sudah niat, alhamdulillah bisa sampai juga nah. Hanya saja kami tidak diijinkan bawa makanan dan minuman. Tadi istriku sempat perut sakit, untung ada WC nya. Dia muntah-muntah itu karena mabuk mobil,” ungkap salah satu pengunjung, Deri Rajudin ketika ditemui di lokasi titik nol.

Akhirnya, kami pun pulang karena sudah sejam. Ketika jalan balik, untuk menaiki anak tangga atau per satu sungguh melelahkan terlebih dengan terik mentari yang berasa di atas kepala, padahal kami menggunakan topi bahkan payung. Setiba di parkiran, beberapa rombongan pengunjung wisatawan lokal ada yang baru tiba bahkan dengan membawa balita sekitar  1 atau 2 tahun. 

Nah, yang hendak refreshing, suka traveling atau pengen healing dari rutinitas dan kepenatan kerja atau kegalauan jiwa raga akibat dunia yang lagi tak baik-baik saja ini, perlu loh atur jadwal duet trip ke ibu kota baru tersebut. Jangan lupa yach baca aturan-aturannya.hehehe. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!