Jumlah Populasi Menurun, StAR Project Launching Proyek Pemulihan Hiu Belimbing
SORONG-Ketua Dewan Pengurus Konservasi Indonesia, Meizani Irmadhiany mengatakan bahwa StAR Project yang kita luncurkan hari ini merupakan Proyek pemulihan Hiu Belimbing yang dilakukan di Kawasan perairan Raja Ampat menggunakan pendekatan sains sebagai basis pada seluruh kegiatan.
Hal tersebut karena terancam punah. Selain itu, semua hal dilakukan secara kolaboratif dan ada lebih dari 10 pemeritahan dari beberapa negara, serta lebih dari 60 lembaga konservasi.
”StAR Project ini merupakan konsorsium global dibentuk khusus untuk pemulihan spesies hiu belimbing,” katanya pada acara peluncuran di Gedung LJ Kantor Wali Kota Sorong, Selasa (29/11).
Ia mengungkapkan Mengapa hiu belimbing yang di budidayakan karena Berdasarkan data di tahun 1980-an dan 90-an, hiu belimbing menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang akan snorkling ataupun menyelam. Namun, di tahun 2000-an jumlah hiu ini menurun cukup drastis dikarenakan perburuan dan perdagangan.
”Ada anggapan bahwa sirip hiu itu menyehatkan sehingga perdagangan itu terjadi cukup marak di Asia Tenggara. Penurunan itu membuat International Union for Conservation of Nature mengategorikan spesies ini dalam kategori rentan atau vulnerable pada penilaian awal nya tahun 2003,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak berhenti di situ, pada saat peninjuan ulang status hiu belimbing, statusnya di tahun 2016 meningkat menjadi terancam punah atau endangered karena diduga populasinya menurun lebih dari 50% dalam 30 tahun terakhir.
”Padahal kalau kembali pada nilai ekonominya, hiu belimbing memiliki potensi yang luar biasa sebagai bagian dari eco-tourism. 1 ekor hiu belimbing kalau diburu dan diperdagangkan – akan bernilai sekitar 2 juta dan hanya untuk satu kali, sementara kalau hiu belimbing sama, yang diperkirakan bisa hidup sampai 30 tahun, memungkinkan pendapatan ekonomi yang jauh lebih besar hingga miliaran rupiah dengan rantai ekonomi yang terdampak lebih luas,” jelasnya.
Meizany mengatakan Konservasi Indonesia merupakan mitra utama dari Conservation International. Yang sebelumnya bekerja mendukung Pemerintah Indonesia cukup lama, termasuk Pemerintah di Provinsi Papua Barat dan secara khusus di Kabupaten Raja Ampat selama beberapa dekade dalam isu penguatan dan peningkatan konservasi yang berkelanjutan.
”Konservasi Indonesia juga memimpikan satu ekosistem, baik di darat maupun di laut, yang sehat dan terkelola dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang berada di wilayah tersebut, dan juga untuk masyarakat global, seperti yang terjadi di Raja Ampat,” ungkapnya.
Sehingga,katanya bahwa Konservasi Indonesia mendukung pemerintah dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Laut di Raja Ampat, termasuk di dalamnya perlindungan spesies langka ini. Konservasi Indonesia membangun kemitraan dengan seluruh mitra, baik pemerintah nasional dan lokal, pemangku adat, Aktivis konservasi lokal, nasional dan mancanegara, lembaga konservasi lokal, nasional dan mancanegara untuk berkolaborasi mendukung pemulihan spesies hiu belimbing ini melalui StAR Project.
”Lalu kita bekerja sama membangun fasilitas hatchery di Raja Ampat dimana lahir tiga hiu belimbing di hatchery tersebut – semua menjadi petunjuk bahwa kalau kerja konservasi dilakukan secara kolaboratif bisa membuahkan hasil yang maksimal. Saya sendiri sudah melihat proses pembangunan salah satu fasilitas tersebut di Raja Ampat beberapa bulan yang lalu dan sangat bahagia bisa hadir di hari ini untuk launching proyek ini bersama para mitra dan berkunjung ke lokasi besok,” ungkapnya.
Ketua Steering Committee konsorsium StAR Project Dr. Erin Leigh Meyer Beetham say Being a world first, everything we do together is new—the very idea of moving live shark eggs and pups between countries—and not for public aquariums or food was a novel one. But we are all here together today because we believe in the same thing: we need a healthy ocean and healthy marine ecosystems need sharks.
”The ocean is the life support system of the planet. It not only provides much of the oxygen we breathe and absorbs excess heat from the air, But it also provides food and livelihoods for tens of thousands of people. And we all recognize the importance of giving back, to help restore the ocean for future generations. So I thank you, each and every one of you here today, and our collaborators who were unable to make it here in person,” she said.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, Provinsi Papua Barat Prof.Dr.Charly Heatubun,S.Hut.MSi mengatakan Belum diketahui banyak hal tentang hiu belimbing.
”Tapi kita mengetahui tentang genetika nya – hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebelum melakukan translokasi dalam konservasi,” tegasnya.
Kemudian, Pj.Wali Kota Sorong, George Yarangga,A.Pi.MM mengatakan pada prinsipnya Pemerintah sangat mendukung bahwa ini sangat penting sekali karena merupakan salah satu biota yang berguna. oleh sebabnya ia sangat mengharapkan untuk populasi ini harus dijaga dan tingkatkan pengawasan.
”Pengawasan itu yang perlu sekali karena kalau kita tidak melakukan pengawasan maka masyarakat kita karena faktor kebutuhan ekonomi sehingga mereka lebih mudah untuk kegiatan penangkapan jenis hiu belimbing ini,” pungkasnya.(zia)
















