AIMAS – Sebanyak 400 booth usaha mikro kecil menengah (UMKM) turut meramaikan pagelaran spektakuler Festival Pesona Tanah Papua (FESPA) 2023 yang sedang digelar di Aimas Hotel & Convention Center (AHCC) Kabupaten Sorong, Rabu (3/5).
Ratusan UMKM tersebut memamerkan berbagai kreatifitasnya berupa hasil olahan kulininer hingga kerajinan tangan.
Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP menjelaskan, kegiatan FESPA 2023 yang di pusatkan di Gedung ACC Kabupaten Sorong, merupakan kegiatan akbar yang melibatkan berbagai unsur, salah satunya adalah pelaku UMKM.
“Ini peluang kita, maka segala potensi harus dipamerkan termasuk UMKM,” jelas Penjabat Bupati Sorong, Yan Piet Mosso usai meninjau stand UMKM.
Menurut Mosso, keterlibatkan UMKM pada momentum Fespa 2023 ini pun merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberdayakan pelaku UMKM. Dia menilai bahwa peluang ini menjadi momentum bagi setiap UMKM di Kabupaten Sorong untuk menarik perhatian pengunjung dengan berbagai desain olahan kuliner yang handal dan siap dikonsumsi.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMKM Kabupaten Sorong Johny Wenand Dawan, menjelaskan dengan adanya keterlibatan UMKM pada momen ini tentunya akan memberikan dampak besar. Baik terhadap hasil penjualan yang meningkat, tetapi juga produk yang dipasarkan pun akan lebih dikenal secara dekat oleh setiap pengunjung.
“Peluangnya besar bagi kami pelaku UMKM saat ini karena nantinya ada imbas balik dari kegiatan ini. Kita berharap kegiatan ini sangat berpeluang untuk mendatangkan keuntungan terhadap potensi kita khususnya UMKM,” jelas Johny.
Direktur Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, Marhen mengatakan Pemerintah Pusat melalui Kemenparekraf mendukung pelaksanaan festival budaya Tanah Papua di Provinsi Papua Barat Daya. Terlebih lagi dengan keterlibatan ratusan UMKM dalam pagelaran akbar kali ini.
Disebutkan, Kemenparekraf memiliki banyak PR dari presiden untuk menyelamatkan perekonomian Infonesia melalui UMKM. Sebab, setelah pandemi, saat ini perekonomian sedang susah karena terjadi resesi global akibat perang Ukraina dengan Rusia.
“Dalam kondisi seperti ini, yang bisa menyelamatkan perekonomian Indonesia hanya melalui UMKM. Oleh karenanya pemerintah mendorong seluruh ekonomi kreatif dan UMKM di Indonesia termasuk yang ada di Papua,” ujar Marhen.
Ia menyebutkan, perekonomian global bergerak dari ekonomi kreatif. Oleh karenanya, melalui keberadaan UMKM yang tersebar di seluruh Infonesia diharapkan ada lebih dari 4,4 pekerja ekonomi kreatif yang memproduksi karya terbaik. Dengan demikian maka resesi ekonomi perlahan akan pulih.
Ditambahkan Marhen, Papua Barat Daya memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian daerah dengan masuknya Raja Ampat sebagai bagian dari 10 top destinasi prioritas nasional.
“Pemerintah telah mengakui bahwa Raja Ampat memiliki kedudukan tertinggi potensi pariwisatanya. Tinggal bagaimana kita meningkatkan kualitas kepariwisataan (quality tourism) melalui keterlibatan seluruh stakeholder,” pungkasnya. (ayu)















