SORONG – Stadion sepakbola yang dibangun Pemerintah Kota Sorong ditargetkan pada Agustus 2022 sudah siap beroperasi dan digunakan oleh para pecinta sepakbola.
Konsultan Pengawas Pembangunan Stadion, Sumartono mengatakan, bahwa secara fisik untuk pembangunan sudah selesai, kemudian dilakukan secara bertahap. Dimana pekerjaan sudah pada tahap finishing yang ditargetkan selesai pada bulan Juli 2022, karena pada bulan Agustus 2022 sudah bisa digunakan.
“Rumput didatangkan dari Malang dan ada sertifikatnya dari ITB. Nanti sekitar 3 bulan sudah tertanam, sampai 4 hingga 5 bulan masa pertumbuhannya. Perkiraan bulan 7 atau Juli untuk rumput sudah finishing. Sehingga pada bulan 8 atau Agustus sudah layak dipakai. Jadi rencana kita bulan 7 atau Juli sudah thriller test,” katanya kepada awak media, Rabu (19/1).
“Pembangunan stadion ini di atas tanah seluas 2 hektar. Kemudian fasilitas yang ada di stadion ini, ada CCTV, toko ukuran 5×8 meter sebanyak 25 unit, kursi VIP sebanyak 250, ruang wasit, ruang kamar mandi, ruang pemain, dan fasilitas perkantoran,” jelasnya. Seraya menambahkan, kapasitas untuk penonton sebanyak 8.000 seat, termasuk untuk kapasitas VIP 250 tempat duduk. Kemudian bisa bermain malam karena sudah ada lampu seperti di Senayan,” sambungnya.
“Mau maju wali kota, maju!, mau maju gubernur, maju!. Tapi kalau ragu-ragu, mundur!, Kita dipilih oleh rakyat, membangun untuk rakyat,” kata Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM kepada awak media ketika melakukan kunjungan di Stadion Sepakbola tersebut.
Dikatakannya, mari berikan dukungan kepada kami membangun negeri ini. Papua maju kan NKRI maju. Menghadirkan stadion untuk masyarakat, anak, cucu kedepan. Pembangunan stadion sepakbola ini agar mendukung bakat-bakat masyarakat terutama anak-anak generasi muda Papua. Ia mencontohkan pemain sepakbola terkenal Boaz Solossa yang asli Papua dan tinggal di Kota Sorong tersebut, dulunya bermain di stadion yang sedang dibangun menjadi layak ini.
Meski demikian, lanjut wali kota hal tersebut tidak menyurutkan bakat dan kelihaian Boaz Solossa dengan lapangan seadanya yang tidak layak. Dimana jika hujan turun, genangan air dimana-mana dan becek.
“Dulu pecek saja, Boaz Solossa main bakalai deng lumpur, bakalai deng air, tapi masih bisa menghasilkan pemain-pemain nasional. Coba yang begini (tunjuk stadion baru) saya tidak bisa bayangkan,” tegasnya.
Lanjutnya, Kedepannya Anak-anak Kota Sorong bisa bermain melawan Persija, bukan hanya bisa bermain bersama bahkan bisa saja menjadi pemain nasional. Sehingga perlu didukung dengan fasilitas.
“Ini (stadion) kan dipersiapkan, segala sesuatu tidak bisa jatuh dari langit. Harus dibentuk, harus menyiapkan fasilitas penunjang. Fasilitas tersebut adalah stadion ini,” pungkasnya. (zia)















