SORONG – Buntut dari aksi pengeroyokan yang dialami Yacob Rumbewas di pagar depan SMKN 3 (STM) Kota Sorong, Rabu (10/8) siang, puluhan massa kemudian mengepung sekolah tersebut. Pantauan Radar Sorong, aksi pengepungan sekolah oleh massa terjadi sekitar pukul 14.00 WIT. Massa menjaga di depan hingga belakang sekolah yang akhirnya membuat siswa tertahan di dalam sekolah hingga pukul 17.21 WIT.
Aksi pengepungan dilakukan oleh massa lantaran merasa kesal karena salah satu masyarakat dikeroyok.
Korban Pengeroyokan, Yacob Rumbewas kepada wartawan menjelaskan awalnya ia melihat komplotan siswa membawa kayu dan menghadang sejumlah kendaraan yang lewat, bahkan melempar. Dan saat ia melintas, tiba-tiba seorang anak STM memanah dengan menggunakan katapel ke arahnya. ”Kemudian saya kejar anak yang panah itu hingga masuk ke dalam sekolah STM. Dan saat saya sudah masuk, sacurity langsung menutup pintu pagar sehingga ketika saya ingin keluar, sudah tidak bisa lagi. Akhirnya saya dikeroyok di depan pintu pagar yang disaksikan oleh security,” jelasnya.
Dari kejadian pengeroyokan tersebut, Yacob mendapat pemukulan dengan kayu di bagian punggung belakang, kemudian saat dikeroyok ada benda keras yang mengenai kepalanya hingga terluka. ”Saya dikeroyok oleh lebih dari 20 siswa STM,” ujar Yacob Rumbewas yang merupakan guru SD di Kabupaten Sorong Selatan.
Yacob mengaku heran lantaran guru-guru seperti membiarkan siswanya melakukan tawuran didepan sekolah tanpa melerai. ”Bahkan saat saya dikeroyok, sacurity tidak berbuat apa-apa. Seharusnya, guru ataupun sacurity bisa mengatasi hal itu. Ini sekolah atau apa, tidak ada fungsi dari guru untuk mendidik anak-anak, buktinya bisa ada tawuran di jalan,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Sorong Kota melalui Kapolsek Sorong Timur, Kompol Jendry Denny Sairlela,S.IK mengatakan, hasil mediasi belum menemukan titik temu, artinya belum ada kesepakatan antara pihak korban dan sekolah, karena pihak sekolah ingin mengumpulkan orang tua siswa guna membicarakan hal tersebut. ”Intinya mereka sepakat memulangkan siswa, menjaga keamanan bersama sehingga tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Menanyakan kronologi kejadian, Kapolsek Sortim mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, siswa terlibat perkelahian. Namun demikian, pihaknya di Polsek Sorong Timur masih melakukan pendalaman. ”Jadi ada perkelahian antar satu dengan lain, kemudian ada masyarakat sehingga mereka turut memukul masyarakat juga. Kalau untuk spesifiknya, kami masih mendalami dulu, karena belum ada laporan. Kalau sudah ada laporan, kami akan memeriksa bukti yang ada baru bisa sampaikan,” jelas Kapolsek Sorong Timur.
Mengenai pemicu awal pengepungan STM, Kapolsek mengatakan pihaknya masih malakukan penyelidikan. ”Yang saya tahu ada satu orang yakni Yacob. Dan dilihat dengan kasat mata, Yacob mengalami memar dan luka ringan,” ucapnya. Sekitar pukul 17.21 WIT, siswa termasuk guru STM telah dipulangkan. Kapolsek mengatakan pihaknya akan melakukan patroli guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena bukan sekolah yang melakukan, melainkan oknum siswa. ”Nanti kami amankan berdasarkan bukti-bukti yang akan kami ambil dari CCTV, kami sedang olah dan melihat siapa yang terlibat kemudian dipanggil sebagai saksi,” tandas Kompol Jendry Denny Sairlela sembari menambahkan pihaknya menurunkan 50 personel untuk melakukan pengamanan. (juh)

















