
TAMBRAUW – Pasca ditangkapnya para Pengurus Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sektor Tambrauw, Pj Bupati Tambrauw Engelbertus Kocu didampingi Kapolres AKBP Bendot Dwi Prasetio,S.Ik, dan Dandim 1810/Tambrauw Letkol Inf Sugiharto melakukan kunjungan ke Distrik Bamusbama tempat pelantikan KNPB beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai silaturahmi dan memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Tambrauw khususnya di Distrik Bamusbama.
Dalam pertemuan dengan kepala-kepala kampung termasuk masyarakat, mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Tambrauw membangun fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), fasilitas kesehatan seperti puskesmas, hingga lapangan bola kaki.
Salah satu warga Bamusbama Niko mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut pasca kasus KNPB beberapa waktu lalu, warga meminta pemerintah fokus pada pembangunan fasilitas PLTA, puskesmas dan lapangan bola.
“Kami ingin pemerintah membangun Puskesmas agar masyarakat di Bamusbama tidak susah berobat turun ke Sorong, kemudian bangun PLTA agar tidak tinggal gelap-gelapan dan lapangan,” katanya.
Warga lainnya mewakili pemuda, Timotius juga mengatakan bahwa pemerintah harus membangun juga fasilitas lapangan bola kaki serta fasilitas lainnya yang dibutuhkan masyarakat, agar masyarakat merasa ada perhatian dan terbantukan.
“Kalau ada perhatian pemerintah seperti pembangunan lapangan bola kaki, maka pemuda pasti ada aktivitas positif yang diisi sehingga kegiatan negatif lainnya tidak akan mempengaruhi kami seperti kasus beberapa waktu lalu yang terjadi,” jelasnya.
Adapun, warga lainnya berharap ada bantuan beasiswa bagi anak-anak mereka.”Kami juga harapkan bantuan biaya pendidikan untuk anak kami sekolah,” katanya.
Kemudian beberapa kepala kampung juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian beberapa waktu lalu tersebut. Mereka berharap hal tersebut tidak akan terjadi lagi.
Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Kabupaten Tambrauw Engelbertus Kocu mengatakan bahwa Di Tambrauw ada 29 distrik, 216 kampung. Kemudian melalui Dana Alokasi Khusus bahwa setiap distrik dibangun puskesmas. Begitu pula dengan pendidikan Pemerintah akan membantu dengan melakukan pendataan dan verifikasi siapa saja yang berhak menerima dan anggaran beasiswa dikirim langsung ke rekening sekolah.
“Kami sudah mendengar semua apa yang dikeluhkan masyarakat, di sini ada Pustu tapi nanti akan dinaikkan menjadi puskesmas. Kami juga akan membangun lapangan bola kaki. Kemudian kami akan melakukan kunjungan interaktif seperti ini ke distrik-distrik. Karena mungkin selama ini masih ada daerah yang belum tersentuh perhatian pemerintah, maka kami akan turun langsung mendengarkan apa kemauan mereka. Supaya mereka merasa ada perhatian dari pemerintah,” jelasnya.
Kocu, menambahkan kunjungan tersebut sebagai salah satu silaturahmi dengan masyarakat.”Kegiatan hari ini untuk silaturahmi dengan masyarakat agar lebih dekat dengan pemerintah serta TNI/Polri. Karena jangan sampai masyarakat merasa selama ini kita jauh dari mereka,” ujarnya.
Pj Bupati Tambrauw menambahkan bahwa pasca kejadian KNPB beberapa waktu lalu, diharapkan tidak ada trauma kepada masyarakat.”Situasi tersebut akan membuat orang ketakutan. Oleh karena itu, hari ini kami pemerintah, DPR, TNI, Polri menyatakan dekat dengan masyarakat Bamusbama khususnya dan lebih khusus di Kabupaten Tambrauw. Masyarakat disini baik-baik saja, hanya saja ada pengaruh dari luar saja,” tegasnya.
Kapolres AKBP Bendot Dwi Prasetio,S.Ik, dan Dandim 1810/Tambrauw Letkol Inf Sugiharto juga mengajak masyarakat agar selalu mencintai Pancasila sebagai landasan ideologi negara. Dan mengimbau mereka menghindari oknum-oknum yang menyebarkan paham-paham separatis.
“Bapak/ibu harus menolak paham-paham separatis hanya untuk kepentingan segelintir orang. Karena itu merugikan atau mengorbankan bapak/ibu sekalian,” kata Kapolres dan Dandim.

Dari Pantauan Radar, kehadiran masyarakat Bamusbama menunjukkan bahwa memang situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut nampak aman dan kondusif pasca pembubaran KNPB beberapa waktu lalu.(zia)















