Speed Boat KSOP Nyaris Tenggelam
SORONG – Sebanyak 23 rumah warga di wilayah Kota Sorong ambruk dihantam gelombang pukul 07.00 WIT, Selasa (22/2) akibat cuaca buruk. Puluhan rumah tersebut diantaranya 18 rumah di Jembatan Puri Klademak 2 Pantai Kelurahan Klaligi dan 5 rumah di Pulau Dum Distrik Sorong Kepulauan.
Pantauan Koran ini, 18 rumah yang terletak di RT 01, 02 dan 03 RW 05, Kompleks Jembatan Puri Kelurahan Klaligi, dari 18 rumah yang ambruk, 4 rumah diantaranya ambruk lantaran ditabrak oleh kapal ikan yang mengalami putus tali jangkar akibat dihantam gelombang. Akibatnya, 25 KK yang terdiri dari ratusan warga kehilangan tempat tinggal.
Proses evakuasi korban serta pendirian tenda darurat dilakukan oleh personel Polairud Polda Papua Barat, Polres Sorong Kota, TNI maupun Basarnas. Dir Polairud Polda Papua Barat, Kombes Pol Budi Utomo,S.Ik IK dan Kapolres Sorong Kota AKBP Johannes Kindangen turun langsung mengecek kondisi kerusakan rumah warga.
Kombes Pol Budi Utomo menuturkan berdasarkan informasi BMKG cuaca ekstrem akan berlangsung selama 3 hari. ”Kami Polairud dan Brimob Sorong hadir membantu masyarakat dengan melakukan evakuasi terhadap masyarakat, kami juga memasang sekitar 4 tenda untuk digunakan masyarakat yang mengungsi,” jelasnya kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Herlin Sasabone menuturkan berdasarkan laporan sementara, wilayah Kelurahan Klaligi Klademak 2 Pantai sebanyak 18 rumah warga mengalami kerusakan, sementara di Pulau Dum 5 rumah juga mengalami kerusakan akibat gelombang. ”Hingga saat ini tidak ada korban jiwa, namun masyarakat diimbau tetap waspada. Oleh karena itu, masyarakat yang rumahnya berada di pesisir pantai dan berpotensi mengalami kerusakan segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disiapkan baik ke rumah keluarga atau posko darurat,” ujarnya.
Herlin mengatakan, saat ini instansi TNI-Polri telah membangun 4 tenda untuk pengungsian serta 1 gedung untuk evakuasi kelompok lansia maupun bayi. Hingga saat ini, tambah Herlin, BPBD masih terus melakukan upaya pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan. ”Rumah warga yang mengalami kerusakan akan didata dulu kemudian bantuannya akan diberikan mungkin berupa material atau biaya, pengaturannya nanti,” terangnya Usai mendata, BPBD Kota Sorong gerak cepat menyalurkan 35 paket bantuan kepada korban diantaranya perlengkapan kebersihan, paket keluarga, paket perlindungan bayi, paket sandang, karpet dan selimut.
Selain puluhan rumah, speedboat milik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Sorong yang ‘parkir’ di Pelabuhan Doom, nyaris tenggelam akibat dihantam gelombang. Kabid Kesbel KSOP Kelas I Sorong, Stevy saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut. ”Iya, tapi hanya kemasukan air saja, sekarang sudah aman. Tidak ada korban jiwa dan mesin juga aman aja. Speed itu terparkir dekat dermaga karena cuaca buruk sehingga air masuk,” pungkasnya.
Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat, Paul Finsen Mayor turun langsung meninjau lokasi kejadian mengatakan atas kejadian tersebut kini ratusan warga harus hidup berprihatin dengan segala keterbatasan, sehingga dirinya berharap pemerintah segera turun tangan untuk memberikan bantuan kepada warga tersebut. “Yang mereka butuhkan saat ini adalah pasokan air bersih, sembako, pakaian layak pakai serta hunian sementara. Atas nama Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat, kami mendesak Pemerintah Kota Sorong dan Pemerintah Provinsi Papua Barat agar segera memberikan bantuan yang dibutuhkan warga,” ujar Paul Finsen Mayor.
Ketua DAP juga mengapresiasi pihak kepolisian Resort Kota Sorong yang dipimpin langsung Kapolres Kota Sorong berserta Dirpolairud Polda Papua Barat yang lebih dulu meninjau lokasi musibah. Dibeberkan Ketua DAP, usai melakukan peninjauan lokasi bersama, Kapolresta dan Dir Polairud Polda Papua Barat berkomitmen siap mengerahkan anggota untuk membantu masyarakat. “Kami bertemu di lokasi musibah dan akhirnya melakukan paninjauan bersama. Baik Kapolresta maupun Dir Polairud mengatakan bahwa mereka siap membantu apa yang bisa mereka lakukan. Sementara ini, anggota Polres Sorong dan Polairud sudah digerakkan untuk membantu warga memasang tenda darurat sebagai hunian sementara,” bebernya.
Namun Ketua DAP masih was-was, kondisi alam yang belum bersahabat akan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih parah lagi. Mengingat cuaca buruk diprediksi masih akan berlangsung dalam 1-2 hari ke depan. Ketua DAP berharap, Pemerintah dapat bergerak cepat membantu para korban musibah tersebut. (juh/ayu)















