9 Penumpang Ditemukan Terapung, 1 Dalam Pencarian
SORONG – Sembilan (9) dari 10 korban kecelakaan kapal LCT Ronnysa And Dwi telah ditemukan selamat dan terapung-apung di Selat Sele, Minggu (1/1) pukul 11.10 WIT. Kini 9 korban tersebut tengah berada di atas kapal Basarnas Sorong dan tengah mendapatkan pengobatan.

Nama-nama korban yang ditemukan selamat, Ongen /Operator Alat, Armelos Wihyawari /Operator Alat, Alex Wihyawari /Operator Alat, Yasyen wattimena/ABK, Gelen Fernando Toliswa/ABK, Semuel Pongtiku Eduard Malangan/Kapten, Iswan Kampono/ABK, Hans Kenddy/ABK dan Hasan Sahbudin selaku Operator Alat Berat.
Sembilan orang yang selamat ini, ditemukan pada waktu yang berbeda-beda. Awalnya 5 orang yakni Ongen /Operator Alat, Armelos Wihyawari /Operator Alat, Alex Wihyawari /Operator Alat, Yasyen wattimena/ABK, Gelen Fernando Toliswa/ABK ditemukan pada pukul 09.20 WIT, kemudian dua orang yakni Semuel Pongtiku Eduard Malangan/Kapten, Iswan Kampono/ABK ditemukan pada pukul 09.38 WIT. Hans Keddy ditemukan pada pukul 09.50 WIT dan dua jam kemudian Iswan Kampono ditemukan. Seluruh korban ditemukan saat sedang terapung-apung ditengah laut. Kini tersisa 1 ABK atas nama Puryono yang masih dalam pencarian.
Kepala Pencarian dan Pertolongan Sorong, M. Arifin,.A.AN.,MM menjelaskan pihaknya baru mendapatkan laporan pada pukul 04.10 WIT, Minggu (1/1) terkait kapal LCT Ronnysa And Dwi yang bermuatan alat berat, tenggelam di perairan Selat Sele. ” Rescuer Kansar Sorong: 2 orang, bersama 8 orang ABK KN SAR Baladewa dan 7 ABK KSOP Sorong pada 04.35 WIT menuju ke lokasi kejadian. Hingga pukul 11.10 WIT Minggu Siang telah ditemukan 9 orang ABK beserta operator alat,”jelasnya kepada media.
Arifin menceritakan kronologi awalnya yakni pada pukul 23.00 WIT (29/12) kapal LCT Ronnysa And Dwi berangkat dari Pelabuhan Sorong menuju Teluk Bintuni dengan membawa alat berat dan 10 Personel On Boat (POB) atau penumpang. Sesampainya di tempat kejadian, kapal tersebut tenggelam dan terapung-apung di antara Tanjung Seget dan pulau Yefyus.”Kami sudah menemukan 9 orang, tersisa 1 orang lagi. Awalnya kami menerima laporan ada 13 POB. Namun saat kami cross cek, ternyata hanya 10 POB saja, 3 POBnya tidak ikut dalam pelayaran,”ujarnya.
Tenggelamnya Kapal LCT Ronnysa and Dwi ini dikarenakan badai yang menghantam kapal. Berdasarkan anomali cuaca dari BMKG, sambung Arifin, beberapa daerah masuk dalam peringatan, salah satunya perairan Sorong Raya yang memiliki cuaca sangat extream. Dan, cuaca extram yang mengakibatkan tenggelamnya kapal bermuatan alat berat tersebut.
“Memang anomali cuaca sangat luar biasa di seluruh Indonesia, akibat ada badai di Samudera Hindia menyambung ke Samudera Pasific dan kita berada di perairan Samudera Pasific,”ujarnya seraya menambahkan puji syukur saat melakukan pencarian, cuaca di sekitar TKP bersahabat dan angin tidak kencang sehingga memudahkan tim melakukan penyisiran.
Alutsista yang digunakan saat melakukan pencarian yakni KN SAR Baladewa, KN. 379 KSOP Sorong, Dmax Double Cabin, Palsar Evakuasi, Palsar Medis, PalKom.(juh)















