Elisa Kambu: Persiapan Kongres Sudah 90 Persen
SORONG-Sebanyak 470 jemaat Gereja Babtis Anugrah Indonesia (GBAI) dijadwalkan menghadiri kongres ke-6 GBAI yang akan berlangsung selama 5 hari di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Ketua Panitia kongres, Elisa Kambu yang juga merupakan Bupati Kabupaten Asmat, Papua Selatan, memastikan kesiapan kongres capai 90 persen.
Elisa Kambu menjelaskan kehadirannya di Kota Sorong untuk melihat secara langsung kesiapan tempat pelaksanaan kongres ke-6 GBAI. Tenyata sudah siap 90 persen, tersisa 10 persen untuk pelaksanaannya.
“Sekarang kami sudah persiapan 90 persen dan sisanya 10 persen pelaksanaannya,”jelasnta kepada awak media, Rabu (12/7).
Kongres ke- 6 GBAI ini, sambung Elisa merupakan penujukkan saat pelaksaan kongres ke-5 di Bali tahun 2018. Dimana, jemaat memutuskan lokasi pelaksanaan kongres ke- 6 di Kota Sorong.
“Kongres ke-6 ini direncanakan akan berlangsung di Kota sorong pada 15 hingga 20 Juli 2023. Panitia sudah melaksanakan berbagai persiapan, nanti pembukaan dan persidangan berlangsung di Panorama Hotel dan penutupan di Kantor Badan Pengurus Pusat di Klademak 1,”ungkapnya.
Selain itu direncanakan 470 jemaat GBAI dari Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua, Bali dan Batak akan hadir. Ratusan peserta tersebut akan tinggal di hotel dan difasilitasi oleh panitia.
“Peserta semua bertempag tinggal di hotel dan semua akomodasi menjadi tanggung jawab panitia, semoga kongres ini aman dan tertip serta sukses selalu,”ungkapnya.
Elisa melanjutkan dalam kongres ke-6 kurang lebih 5 poin pembahasan yakni evaluasi terhadap pelayanan 5 tahun berjalan oleh badan pengurus pusat lama. Kedua, forum berhak merubah AD/ART sesuai perkembangan atau berdasarkan evaluasi program berjalan dengan melihat perkembangan, lalu disusun berbagai kebijakan serta program yang dapat menjawab berbagai persoalan dalam 5 tahun kedepan.
“Dan juga memilih pengurus yang diharapkan orang-orang itu mampu melaksanakan organsiasi ini,”ungkapnya.
Lebih lanjut, dikatakan Elisa pemilihan umum (Pemilu) juga jadi pembahasan dalam kongres, agar jemaat menggunakan haknya dengan baik, menjaga pemilu berjalan dengan demokratis.
“Pemilu juga menjadi konsen diskusi bagaimana memberikan pemahaman agar jemaat menggunakan haknya dengan baik, menjaga pemilu dalam keadaan demokratis. Provinsi PBD juga menjadi materi yang akan didiskusikan sehingga hasil kongres diharapkan bisa melahirkan pokok pikiran yang dapat membantu pemerintah,”pungkasnya.(rin)














