
SORONG-Dalam rangka peningkatan pembinaan dan pelayanan kesertaan ber-KB di Provinsi Papua Barat Daya, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melaksanakan Kegiatan Pengembangan Strategi Operasional.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di Kampung Baru Kota Sorong, Jumat (8/9).

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya,Dr.Naomi Netty Howay, SKM,MKes, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Serta Organisasi Kemasyarakatan dalam Pelayanan serta Pembinaan Kesertaan ber-KB.
“Kegiatan ini untuk penguatan keikutsertaan KB, yang menghadirkan tokoh masyarakat tokoh agama, untuk hadir sama-sama menyamakan persepsi tentang bagaimana peran serta masyarakat dalam mengikuti program Keluarga Berencana,” katanya kepada Radar Sorong, Jumat (8/9).
“Keluarga Berencana di sini, bukan bicara soal mempunyai dua anak saja. Tapi bagaimana menyiapkan seorang ibu untuk menjadi seorang ibu nanti saat melahirkan, menyiapkan kelahiran anak itu dengan baik,” sambungnya.
Dikatakan bahwa orang tua harus menyiapkan anak-anak muda dalam menyiapkan reproduksinya supaya saat menikah nanti, anak-anak yang dihasilkan itu anak-anak yang sudah siap dalam segala hal.
“Karena ini juga pintu masuk dari stunting, anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang reproduksinya kurang baik. Seperti usia 13 tahun atau 15, 16 tahun pasti anak-anaknya akan mengalami penyakit stunting,” ungkapnya.
Kadis Kesehatan berharap agar ada persamaan persepsi bagi seluruh masyarakat yang ada di tanah Papua Barat Daya, karena selama ini orang menganggap bahwa cukup punya anak dua saja. Tapi tidak mengetahui lebih luas tentang apa itu keluarga yang direncanakan.
“Merencanakan sesuatu tentang keluarga, mulai dari persiapan orang untuk nanti menikah, sampai dengan anak yang dilahirkan lalu dibesarkan serta disekolahkan. Karena pendidikan itu penting,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Jemima Elisabet Lobat yang juga sebagai Ketua Tim PKK Kota Sorong mengatakan bahwa Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan organisasi kemasyarakatan tentang program KB, tentang pembinaan dan kesertaan ber-KB.
“Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam membina dan menggerakkan organisasi-organisasi kemasyarakatan agar mereka dapat memahami program KB, mengikuti dan memakai program KB. Terutama metode kontrasepsi jangka panjang yang saat ini sementara kami sarankan kepada semua para akseptor untuk digunakan,” jelasnya.
Lanjutnya, kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan kerjasama antara lintas sektor untuk mendorong program KB, sehingga dapat berjalan dengan baik di Provinsi Papua Barat Daya.
“Peserta dalam kegiatan ini adalah organisasi-organisasi yang tergabung dalam gabungan organisasi wanita, di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Dari lintas forum suku, FKUB, KNPI. Kemudian narasumber dari dokter spesialis kandungan, dan dari BKKN,” katanya.
“Mereka ini diharapkan setelah mengikuti kegiatan kita, mereka semua dapat memiliki pemahaman, pengetahuan bahkan dapat bekerja sama, kolaborasi, sehingga kita sinkronisasi data informasi untuk program KB,” sambungnya.
Jemima menambahkan bahwa Saat ini semua berkolaborasi, bekerjasama untuk melakukan upaya-upaya dalam rangka mencegah stunting yang tinggi di Provinsi Papua Barat. Jadi kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan mendukung program prioritas pemerintah yaitu pencegahan stunting.
“Karena dengan kita merencanakan segala sesuatu dari sekarang dengan baik, maka secara khusus akan menghasilkan keluarga ataupun anak-anak kita yang dilahirkan nanti itu dalam keadaan sehat,” pungkasnya.(zia)















