Reforfer Diminta Komitmen Ciptakan Perubahan
AIMAS – Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP secara resmi merilis program inovasi yang digagas oleh 5 orang ASN yang mengikuti kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II angkatan pertama.
Kelima inovasi tersebut yakni pertama, Strategi Pemenuhan Pupuk Dalam Rangka Meningkatkan Produktifitas Pertanian Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan (SIPAK TANI) di Kabupaten Sorong. Inovasi ini digagas oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Kehutanan, Frengki Y. Wamafma, S.Hut, M.Si.
Kedua, program inovasi Strategi Peningkatan Pelayanan Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban yang terkendali dan terintegrasi (SIMANTAP) di Kabupaten Sorong, oleh Staf Ahli Politik dan Hukum? Mustika Baeduri, A.P, M.Si. Ketiga, program inovasi Strategi Pelayanan Informasi melaui kelurahan/ kampung berbasis digital (SALAM KERABAT) di Kabupaten Sorong, digagas oleh Kepala Dinas Kominfo, Eliaser Kalami, S.Sos, M.PA.
Keempat, program inovasi Strategi Percepatan Pelayanan Sekretariat DPRD melalui Sistem Informasi Kedewanan menuju DPRD Kabupaten Sorong Yang Modern, oleh reformer Sekretaris DPRD Kabupaten Sorong, Nimbrod Sesa, S.IP, MM.
Terakhir, merupakan program inovasi Strategi pengelolaan limbah tinja di Kabupaten Sorong dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang bersih dan sehat. Ide ini digagas oleh reformer Staff Ahli Bupati Sorong Bidang Pembangunan, Dr. Markus Karat, S.IP, M.Si.
Pj Bupati Sorong pada kesempatan tersebut mengatakan, bahwa saat ini pemerintah membutuhkan pemimpin perubahan. Dimana pemimpin tersebut menjadi harapan pemerintah daerah serta seluruh masyarakat.
“Mulai hari ini dan nanti dalam reformasi birokrasi pemerintahan dibutuhkan pemimpin yang punya ketukusan hati, kemampuan yang mumpuni serta kerja-kerja nyata yang terukur. Bukan sebatas narasi, slogan atau konsep semata. Melainkan keselarasan antara perkataan dan tindakan yang balance,” ujar Moso.
Diungkapkan Moso, selain 5 reformer yang telah merampungkan proyek perubahannya, saat ini masih ada 16 reformer lain yang juga mengikuti PKN. Pihaknya berharap 16 Reformasi tersebut juga akan menyusul untuk melahirkan 16 inovasi terbaru di tahun 2024 mendatang.
Moso juga berharap seluruh reformer berkomitmen dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan inovasi proyek perubahannya, di Instansinya masing masing.
“Jika 16 inovasi tersebut terealisasi di masing masing OPD yang dipimpin nya maka saya yakin dan percaya bahwa akan terjadi perubahan besar di Kabupaten Sorong. Sebab tidak akan terjadi perubahan jika sebuah inovasi hanya dilahirkan tanpa penerapan yang maksimal.
“Jangan sampai kesempatan mengikuti diklat hanya dimanfaatkan untuk sekedar memenuhi persyaratan tanpa menerapkan gagasan dan idenya untuk mewujudkan perubahan. Jadi seluruh reformer harus berkomitmen membawa perubahan untuk membuktikan dirinya adalah pemimpin yang berintegritas,” pungkas Moso.















