SORONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap musim penghujan.
“Kami selalu mengimbau masyarakat apalagi mereka yang bermukim di daerah-daerah yang rawan bencana. Seperti sekarang kita sudah masuk musim penghujan,” kata Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone kepada Radar Sorong ketika ditemui di Kantor Wali Kota Sorong, Jumat (28/1).
“Ini memang perlu diperhatikan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana banjir, bencana longsor, itu sudah harus waspada,” sambungnya.
Lanjutnya, waspadanya apa? misalnya waspada jika curah hujan dengan intensitasnya tinggi dan situasi air laut pasang. Ini berakibat banjir genangan. Artinya kawasan cekungan dan rendah itu akan terjadi banjir. Untuk tinggi banjir genangan itu variasi dari curah hujan yang ada. Kalau intensitas curah hujan cukup tinggi dan lama, pasti banjir.

“Yang harus dilakukan masyarakat adalah mempersiapkan tempat evakuasi, entah di dalam rumah misalnya merasa itu tempat yang aman. Atau tempat evakuasi di saudara. Kalau banjir dengan skala cukup besar, biasanya kami dari BPBD untuk tanggap darurat kami siapkan tempat evakuasi. Misalnya terjadi pada tahun 2020, itu kita siapkan tempat evakuasi,” jelasnya.
Herlin menambahkan Kemudian masyarakat untuk mengantisipasi daerah-daerah rawan longsor, karena kalau banjir atau curah hujan tinggi maka kondisi tanah daya ikatnya akan lemah sehingga akan berakibat longsor.
“Kami selalu imbau warga apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, ada baiknya menghindar atau mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.
Menurutnya, Misalnya rumah di daerah Daerah Aliran Sungai, DAS Remu, DAS Rufei atau perumahan yang ada di bukit-bukit. Seperti satu hari hujan dan intensitas tinggi, sehingga dapat meminimalisir dampak yang terjadi misalnya korban jiwa mau pun korban material.
“Tempat evakuasi paling tepat biasanya tempat-tempat dengan lahan terbuka seperti sekolah, masjid, gereja itu adalah tempat evakuasi publik yang bisa dipakai untuk kegiatan sosial. Entah itu sifatnya sementara atau tempat evakuasi akhir. Itu bisa menjadi tempat evakuasi untuk warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan rawan longsor,”katanya lagi.
Herlin menambahkan, tugas BPBD Kota Sorong adalah pada setiap tahun harus ada sosialisasi kepada warga terkait daerah-daerah rawan bencana dan menyiapkan mark up untuk tanggap bencana. “Sehingga kalau banjir, gempa dan tsunami terjadi apa yang harus dilakukan oleh masyarakat,” pungkasnya.(zia)















