SORONG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) atau yang familiar dengan nama BP Jamsostek Cabang Papua Barat memberikan perlindungan kepada seluruh peserta Futsal Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kota Sorong.
Penyerahan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Bidang Kepesertaan BP Jamsostek Cabang Papua Barat kepada perwakilan KKST Kota Sorong, Jumat (24/2).
Turnamen yang diselenggarakan oleh KKST Kota Sorong yang bertujuan menjalin silaturahmi, mempererat rasa persaudaraan, persahabatan dan kesatuan Masyarakat Sulawesi Tenggara se-Papua Barat Daya. Serta sebagai wujud kerjasama antara KKST Kota sorong dengan BP Jamsostek Papua Barat.
Kepala BP Jamsostek Papua Barat, Nasrullah Umar mengatakan, dengan terlindunginya peserta futsal KKST Kota Sorong dalam program BP Jamsostek maka seluruh risiko yang terjadi terhadap para peserta akan menjadi tanggung jawab BP Jamsostek. Termasuk jika timbul biaya untuk proses pengobatan maupun perawatan bagi yang bersangkutan, maka BP Jamsostek juga akan menjamin biaya tersebut sesuai indikasi medis hingga yang bersangkutan sembuh total.
“Apabila dalam masa pemulihan dan tidak dapat berkompetisi untuk sementara waktu, BP Jamsostek juga memberikan Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100% upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama dan 50% untuk bulan selanjutnya hingga sembuh,” jelas Nasrullah Umar.
Nasrullah melanjutkan, selain manfaat tersebut, risiko terberat jika yang bersangkutan meninggal dunia karena kecelakaan kerja saat bertanding, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Namun apabila meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka santunan yang akan diterima sebesar Rp 42 juta.
Bukan hanya itu, benefit lain yang bisa didapatkan oleh ahli waris yakni, beasiswa untuk 2 orang anak dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dengan maksimal pagu sebesar Rp 174 juta per orang.
“BP Jamsostek hadir melindungi pelaku olahraga menjadi bentuk komitmen yang kami bangun khususnya di Provinsi Papua Barat Daya. Kami berharap, kedepannya dalam kegiatan olahraga seperti ini, peserta turnamennya juga dapat didaftarkan sebagai peserta BP Jamsostek.
Dengan kata lain, para pemain dan pelatih bisa tenang dalam bertanding. Official juga bisa tenang jika terjadi resiko terhadap pemainnya karena sudah dicover oleh BP Jamsostek,” tutup Nasrullah. (ayu)















